Skripsi
Proses kreatif penulisan buku kumpulan puisi imaji boga surgawi / Irfan Danial Aufar
Abstrak
Perkembangan kuliner di Indonesia saat ini sangat menarik dan dinamis. Masyarakat Indonesia semakin tertarik dan sadar akan kekayaan kuliner nusantara baik dari sisi cita rasa variasi hidangan keberagaman bahan makanan hingga pada sejarah yang melatarbelakangi terciptanya suatu hidangan. Di luar hegemoni kuliner yang saat ini berkembang menjadi gaya hidup ada satu fenomena yang belum begitu terjamah oleh masyarakat yaitu bagaimana masyarakat selaku konsumen mengabadikan momen dalam menikmati atau mengkreasi suatu makanan dan minuman lewat sebuah karya puisi. Salah satu upaya yang dilakukan penulis adalah menciptakan sebuah karya berupa buku kumpulan puisi berjudul Imaji Boga Surgawi. Buku ini berisi 67 judul puisi yang terbagi dalam 6 (enam) bagian. Keenam bagian tersebut yakni 1) Bagian I Hidangan Pembuka 2) Bagian II Hidangan Utama 3) Bagian III Hidangan Penutup 4) Menu Istimewa 5) Menu Malang Raya dan 6) Pesanan Khusus. Topik yang diangkat penulis dalam buku ini meliputi boga atau kuliner ketuhanan cinta keluarga dan kemanusiaan. Selain menciptakan karya berupa buku penulis juga menghadirkan proses kreatif dalam menciptakan karya tersebut. Proses kreatif merupakan kegiatan yang meliputi berbagai macam tahapan mulai dari faktor yang mendasari seorang penulis dalam melahirkan karya sastra hingga kegiatan apa saja yang dilakukan oleh penulis dalam menyempurnakan karya yang diciptakan (Wellek dan Werren 2016). Penulis menempuh empat tahapan yang terdiri dari 1) alasan dan dorongan menjadi penulis 2) kegiatan sebelum menulis 3) kegiatan selama menulis dan 4) kegiatan setelah menulis (Siswanto 2013). Semua proses dalam menciptakan buku kumpulan puisi berjudul Imaji Boga Surgawi mengantarkan penulis pada pengalaman yang eksklusif. Mulai dari merancang dan mengembangkan ide menulis puisi membuat sampul buku menata layout menyunting naskah melakukan validasi hingga membuat laporan proses kreatif dilakukan secara mandiri. Penulis membuktikan bahwa kuliner yang selama ini hanya menjadi bagian minor dalam karya sastra nyatanya dapat mengambil peran mayor sebagai subjek maupun latar belakang utama dari sebuah puisi.