Skripsi
Analisis multi kriteria-gis menggunakan metode ahp untuk penilaian bahaya longsor (studi kasus: Jalur Lintas Selatan, Kabupaten Malang) / Aqilah Kusuma Wardhani
Abstrak
Perkembangan wilayah mengakibatkan kebutuhan terhadap ruang meningkat sehingga mempengaruhi bentuk morfologi suatu wilayah. Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi akan tetapi merupakan kawasan karst dengan morfologi perbukitan yang rawan erosi dan longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bahaya longsor dan memberikan informasi terkait sebaran bahaya longsor yang terletak di JLS Kabupaten Malang. Metode AHP dipakai untuk analisis bahaya longsor pada JLS dengan cara estimasi setiap parameter faktor pembobotan (penggunaan lahan kemiringan lereng geologi ketinggian lahan curah hujan jenis tanah dan tekstur tanah) pada setiap parameter kepada prefensi ahli dengan rasio konsistensi (CR) kemudian dihasilkan peta bahaya longsor. Hasil menunjukkan bahwa nilai parameter dominan dalam mempengaruhi longor adalah kemiringan lereng dengan skor 0.307 ketinggian lahan dengan skor 0.277 dan curah hujan dengan skor 0.128. Analisis spasial daerah JLS didominasi oleh tingkat bahaya longsor sangat rendah dengan presentase 18.98% kategori rendah dengan presentase 79.35% dan kategori sedang dengan presentase 1.67% dengan titik lokasi yang terbentang pada segmen Pantai Ngudel hingga Pantai Batu Bengkung beberapa tempat memiliki tingkat bahaya sedang.