Skripsi
Perwujudan nilai gotong royong dalam pertunjukan drama kolosal Pembela Tanah Air (PETA) di Kota Blitar / Avis Zunaida
Abstrak
Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah pertunjukan drama kolosal pebela tanah air (PETA) di Kota Blitar menjelaskan pelaksanaan pertunjukan drama kolosal pembela tanah air (PETA) di Kota Blitar dan mendeskripsikan wujud nilai gotong royong dalam pertunjukan drama kolosal pembela tanah air (PETA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif Metode kualitatif adalah metode dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahnya. Data penelitian diperoleh dari kegiatan wawancara observasi di lapangan dalam kegiatan secara langsung dan dokumentasi. Analisis data yang terdiri dari reduksi data penyampaian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan metode triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) sejarah pertunjukan drama kolosal PETA berawal dari peduli seni di Blitar danpertunjukan tersebut awalya merupakan pertunjukan sederhana untukmengenang jasa Sudanco Supriyadi 2) Persiapan cerita dalam pertunjukan drama kolosal PETA di Kotan Blitar memiliki alur yangringkasdan jelas alur cerita pertunjukan drama kolosal PETA menceritakan perlawanan Sudanco Supriyadi dan kawan kawannya untuk memerdekakan Indonesia 3) Wujud nilai nilai gotong royong yang terkandung dalam drama kolosal PETA terdapat dalam pra acara acara dan pasca acara.