Skripsi
Studi hasil pewarnaan serat alam berbahan kayu (tencel) dengan pewarna daun mimba / Yulia Krisdawanti
Abstrak
Kemajuan teknologi saat ini mampu menciptakan zat pewarna sintetis dengan berbagai variasi warna. Banyaknya efek negatif yang ditimbulkan dari penggunaan pewarna sintetis membuat pelaku industri tekstil yang peduli akan lingkungan mulai bergeser menggunakan pewarna alami. Salah satu pewarna alam adalah daun mimba (Azadiracta Indica A.juss). Pada penelitian ini kain yang terbuat dari serat alam berbahan kayu (tencel) dipilih menjadi media pewarnaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pewarnaan serat alam berbahan kayu (tencel) dengan pewarna daun mimba menggunakan fiksator tawas tunjung dan kapur tohor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode deskriptif yang dibantu aplikasi color grab dalam mendeskripsikan warnanya. Berdasarkan data yang diperoleh pencelupan dengan fiksator tawas semakin besar kadar ekstrak daun mimba maka akan menghasilkan warna kuning hingga kuning kehijauan (Rum Swizzle Snowy Mint Surf Crest). Penggunaan fiksator tawas tidak mengubah warna aslinya secara signifikan namun membuat warna semakin jelas dan cerah. Pencelupan kain menggunakan fiksator tunjung menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada warna yang dihasilkan dari setiap kadar ekstrak daun mimba semakin tinggi kadar ekstrak daun mimba warna yang dihasilkan semakin kehijauan (Harp Bud Lemon Grass). Selain itu warna asli dari pencelupan berubah menjadi lebih gelap dan tajam. Kemudian hasil pewarnaan dengan fiksator kapur tohor pada kadar ekstrak daun mimba menghasilkan warna jingga muda hingga tua (Grey 90% Island Spice Corn Field). Semakin besar kadar ekstrak maka warna yang dihasilkan semakin ke arah jingga yang jelas. Selanjutnya dari 3 ekperimen berbeda diperoleh hasil warna pencelupan yang menunjukkan kestabilan warna yang baik karena dipengaruhi oleh kadar antioksidan tinggi yang terkandung dalam daun mimba.