Disertasi
Profil penalaran kreatif berlandaskan matematis mahasiswa dalam memecahkan masalah higher order thinking skills berdasarkan adversity quotient / Retno Marsitin
Abstrak
Pentingnya penelitian profil penalaran kreatif berlandaskan matematis tertera dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai salah satu capaian pembelajaran yaitu kemampuan penalaran dan Sistem Pendidikan Nasional saat ini memberikan penjelasan bahwa terdapat enam aspek dalam keterampilan yaitu mengamati menanya mencoba menalar menyaji dan mencipta. Hal ini tampak adanya keselarasan bahwa penalaran merupakan salah satu ketrampilan yang harus dimiliki mahasiswa dan berperan penting dalam ketercapaian pembelajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa penalaran kreatif berlandaskan matematis dalam memecahkan masalah Higher Order Thinking Skills perlu mendapat perhatian yang mendukung ketrampilan mahasiswa dalam penalaran dan ketercapaian pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan profil penalaran kreatif berlandaskan matematis mahasiswa dalam memecahkan masalah Higher Order Thinking Skills berdasarkan Adversity Quotient. Penelitian profil penalaran kreatif berlandaskan matematis mahasiswa dalam memecahkan masalah Higher Order Thinking Skills berdasarkan dversity Quotient merupakan penelitian kualiatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dengan melibatkan 77 mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang telah dan sedang menempuh mata kuliah kajian pengembangan matematika sekolah. Instrumen penelitian berupa kuesioner Adversity Quotient (AQ) menggunakan Adversity Response Profile (ARP) tes awal Higher Order Thinking Skills (HOTS) tes penalaran kreatif berlandaskan matematis dan pedoman wawancara. Data penelitian kemudian dianalisis secara kualitatif. Mahasiswa diberikan kuesioner AQ menggunakan ARP diperoleh 57 mahasiswa camper 9 mahasiswa climber dan 11 mahasiswa quitter kemudian mahasiswa diberikan masalah HOTS dan hasil tes dicermati sehingga diperoleh 49 mahasiswa yang meliputi 7 mahasiswa climber 37 mahasiswa camper dan 5 mahasiswa quitter. Selanjutnya diberikan tes penalaran kreatif berlandaskan matematis dan dapat berkomunikasi dengan baik saat wawancara kemudian hasil tes terkait penalaran dicermati dan dianalisis terdapat 2 subjek climber 2 subjek camper dan 1 subjek quitter. Hasil analisis diproleh 5 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Profil penalaran kreatif berlandaskan matematis dalam memecahkan masalah mahasiswa climber pada kriteria mathematical foundation yaitu melakukan identifikasi masalah (diketahui amp ditanya) dan memahami masalah dengan membaca kalimat secara berulang-ulang dan menggambar bangun yang terdapat dalam masalah menyelesaikan masalah dengan konsep matematika secara jelas juga runtut dan memeriksa kembali penyelesaian dan memberikan jawaban akhir. Pada kriteria plausible yaitu memberikan kesimpulan alasan dan penjelasan yang mendukung kesimpulan dengan lancar dan tepat serta cepat memberikan jawaban saat wawancara. Pada kriteria novelty yaitu memberikan penyelesaian yang tidak biasa dilakukan teman lain dengan lebih dari dua penyelesaian masalah. Selain itu mahasiswa climber memberikan lebih dua gagasan/ide soal sebagai novelty maka mahasiswa climber memiliki penalaran kreatif berlandaskan matematis optimal. Profil penalaran kreatif berlandaskan matematis dalam memecahkan masalah HOTS mahasiswa camper pada kriteria mathematical foundation yaitu melakukan identifikasi masalah (diketahui amp ditanya) dan memahami masalah dengan dengan membaca kalimat secara berulang-ulang menyelesaikan masalah dengan konsep matematika secara jelas namun belum runtut dan memeriksa kembali penyelesaian dan memberikan jawaban akhir. Pada kriteria plausible yaitu memberikan kesimpulan alasan dan penjelasan mendukung kesimpulan namun belum langung cepat memberikan jawaban saat wawancara. Pada kriteria novelty yaitu memberikan penyelesaian tidak biasa yang dilakukan teman lain dengan lebih dari dua penyelesaian masalah. Selain itu mahasiswa camper memberikan dua atau lebih gagasan/ide soal sebagai novelty maka mahasiswa camper memiliki penalaran kreatif berlandaskan matematis cukup optimal. Profil penalaran kreatif berlandaskan matematis dalam memecahkan masalah HOTS mahasiswa quitter pada kriteria mathematical foundation yaitu melakukan identifikasi masalah (diketahui amp ditanya) dan memahami masalah dengan dengan membaca kalimat secara berulang-ulang menyelesaikan masalah dengan konsep matematika secara jelas namun belum runtut dan memeriksa kembali penyelesaian dan memberikan jawaban akhir. Pada kriteria plausible yaitu memberikan kesimpulan alasan dan penjelasan yang mendukung kesimpulan namun belum langung cepat memberikan jawaban saat wawancara. Pada kriteria novelty pada quitter yaitu memberikan penyelesaian yang tidak biasa dilakukan teman lain dengan dua penyelesaian masalah. Selain itu mahasiswa quitter memberikan dua gagasan/ide soal sebagai novelty sehingga mahasiswa climber memiliki penalaran kreatif berlandaskan matematis rendah. Profil penalaran kreatif berlandaskan matematis dalam memecahkan masalah HOTS mahasiswa climber camper dan quitter memiliki perbedaan pada kriteria mathematical foundation yaitu saat mahasiswa mengidentifikasi masalah dan memahami masalah dengan membaca kalimat secara berulang dan meenggambar bangun yang terdapat dalam masalah kriteria plausible yaitu saat mahasiswa memberikan memberikan kesimpulan alasan dan penjelasan yang mendukung kesimpulan belum bisa langsung menjawab saat wawancara dan kriteria novelty yaitu saat mahasiswa memberikan penyelesaian yang tidak biasa dilakukan teman lain dengan dua penyelesaian masalah dan memberikan dua gagasan/ide soal dalam novelty.