Tesis
Analisis model mental siswa SMA berdasarkan tingkat Kelas dalam memahami konsep ikatan kimia dan hubungannya dengan chemistry mindset / Atikah
Abstrak
Konsep kimia yang bersifat abstrak dan kompleks membutuhkan model dan kemampuan pemodelan saat mempelajarinya. Salah satu konsep kimia yang membutuhkan model dan kemampuan pemodelan serta pemahaman pada tiga level representasi kimia secara utuh adalah ikatan kimia. Hal ini menegaskan pentingnya bagi seorang siswa memiliki model mental yang baik pada konsep ikatan kimia. Model mental adalah penggambaran visual siswa atau representasi internal yang dimiliki ketika menjelaskan fenomena tertentu. Model mental berhubungan dengan pemahaman konsep siswa yang dapat dipengaruhi oleh mindset siswa. Siswa yang mempelajari kimia juga akan memiliki chemistry mindset yang merupakan pola pikir atau keyakinannya dalam mengubah kecerdasan kimia dengan suatu usaha. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model mental siswa SMA berdasarkan tingkat kelasnya dan mencari hubungannaya dengan chemistry mindset. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pengembangan soal tes model mental dan tahap analisis terhadap model mental serta hubungannya dengan chemistry mindset. Responden penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok A merupakan 35 mahasiswa kimia tahun pertama sebagai responden uji coba instrumen sedangkan kelompok B merupakan 122 siswa SMA kelas X XI dan XII sebagai responden utama. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan tes uraian terstruktur dan angket chemistry mindset. Analisis data terhadap model mental dan chemistry mindset dilakukan secara deskriptif kuantitatif sedangkan hubungan antara model mental dengan chemistry mindset dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Pengkategorian terhadap model mental dilakukan sesuai dengan kategori Kurnaz amp Eksi serta Lin amp Chiu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental siswa masih banyak yang hanya mencapai model mental sintetik dengan persentase 63 11% pada subtopik pembentukan ion model mental inisial dengan persentase 54 92% pada subtopik ikatan kovalen dan model mental saintifik dengan persentase 18 85% pada subtopik ikatan kovalen koordinasi. Selain itu hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat lemah antara model mental dengan chemistry mindset. Hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan diri siswa terhadap pembelajaran kimia. Oleh karena itu diharapkan guru dapat memilih model pembelajaran yang tepat agar dapat meningkatkan prestasi siswa dan mindset siswa terhadap kimia.