Disertasi
Keefektifan konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik reframing bermuatan nilai-nilaibudaya minangkabau untuk meningkatkan pemaafan siswa SMA / Darimis
Abstrak
RINGKASAN Darimis 2021. Keefektifan Konseling Kelompok Kognitif Perilaku dengan Teknik Reframing Bermuatan Nilai-nilai Budaya Minangkabau untuk Meningkatkan Pemaafan Siswa Sekolah Menengah Atas Disertasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Nur Hidayah M. Pd. (II) Dr. Adi Atmoko M. Si. (III) Dr. M. Ramli MA. Kata Kunci konseling kelompok kognitif perilaku perundungan verbal reframing diskusi nilai budaya minangkabau siswa pemaafan Studi ini didasarkan pada data bahwa tingkat pemaaafan siswa SMA korban perundungan verbal di Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat masih rendah. Di samping itu banyak masalah pemaafan siswa SMA yang tidak terentaskan secara tuntas sehingga berpotensi munculnya siklus perundungan di masa datang dan mengganggu perkembangan kognitif akademik psikologis dan sosial siswa SMA. Beranjak dari masalah tersebut maka digagas suatu model konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik reframing yang integratif budaya khususnya nilai-nilai budaya Minangkabau yang secara umum dirancang mampu meningkatkan pemaafan siswa korban perundungan verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik reframing bermuatan nilai-nilai budaya Minangkabau dalam meningkatkan pemaafan siswa SMA. Desain penelitian ini adalah randomized factorial eksperimental design dengan model interaksi. Populasi penelitian ini sebanyak 240 siswa dengan sampel menggunakan multistage random sampling sehingga didapatkan sampel 80 siswa. Penelitian ini menguji keefektifan konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik reframing bermuatan nilai-nilai budaya Minangkabau untuk meningkatkan pemaafan siswa SMA dengan menganalisis pengaruh perlakuan secara kelompok yaitu dengan membandingkan perolehan skor pretes dan postes kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik reframing bermuatan nilai budaya Minangkabau dan kelompok kontrol diberi perlakuan konseling kelompok dengan teknik diskusi bermuatan nilai-nilai budaya Minangkabau. Instrumen pengumpul data berupa inventori pemaafan siswa SMA dan angket demografi siswa. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian adalah analisis statistik parametrik yaitu analisis varian (ANAVA) atau analysis of varian (ANOVA) interaksi serta analisis deskriptif. Berdasarkan analisis dan pembahasan terhadap temuan penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama teknik reframing konseling mempengaruhi pemaafan siswa hal ini terbukti dari uji beda H0 ditolak dan H1 diterima. Kedua tingkat pemahaman siswa mempengaruhi pemaafan siswa hal ini terbukti ada peningkatan skor pemaafan pada siswa yang memiliki pemahaman keminangkabau tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki pemahaman keminangkabauan rendah. Ketiga konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik reframing bermuatan nilai-nilai budaya minangkabau efektif dalam meningkatkan pemaafan siswa. Terbukti terjadi peningkatan skor pemaafan siswa antara pretes dan postes pada pengukuran dengan menggunakan inventori pemaafan siswa SMA dan refleksi diri. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan Pertama bagi guru BK/Konselor hendaknya menggunakan pendekatan konseling kelompok kognitif perilaku dengan reframing bermuatan nilai-nilai budaya Minangkabau untuk meningkatkan pemaafan siswa SMA. Kedua peneliti lain yang beminat di bidang bimbingan dan konseling melakukan penelitian lanjutan dengan variabel yang sama tingkat SMA dengan populasi lebih luas sehingga ditemukan gambaran utuh pemaafan siswa SMA dengan belatar budaya Minangkabau. Ketiga institusi adat Minangkabau seperti Kerapatan Adat Nagari Mahkamah Adat Alam Minangkabau dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau untuk merevitalisasi mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau di setiap satuan pendidikan sehingga diharapkan siswa memahami budaya Minangkabau yang sarat nilai-nilai dan kearifan lokal yang dapat diinternalisasikan dan diaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Keempat Pengurus Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia cabang Tanah Datar hendaknya mendapatkan pelatihan teknik konseling kognitif perilaku dengan teknik reframing bermuatan nilai-nilai budaya Minangkabau sehingga dapat membantu siswa korban perundungan memaafkan pelaku. Kelima hendaknya jurusan Bimbingan dan Konseling yang ada di perguruan tinggi di Sumatera Barat perlu mengembangkan pendekatan konseling integratif budaya Minangkabau sehingga seperangkat nilai dan kearifan lokal Minangkabau benar-benar menjadi rujukan landasan filosofi suatu pendekatan sekaligus menjadi skill spesifik sarjana bimbingan dan konseling tamatan jurusan BK yang ada di Sumatera Barat dan Keenam orang tua kepala sekolah stakeholder tokoh masyarakat tokoh adat dan tokoh agama dapat dijadikan sumber data penelitian selanjutnya terutama tentang peran fungsi dan tanggung jawab mereka dalam membantu mewujudkan peserta didik yang pemaaf.