Skripsi
Durabilitas beton yang mengandung agregat ringan buatan berbahan dasar abu terbang (fly ash) / Ditya Hafiz Rosyidi
Abstrak
Abu terbang merupakan limbah yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sehingga banyak penelitian yang dimulai untuk mengatasi hal tersebut. Upaya yang dilakukan dengan penggunaan abu terbang pada industri konstruksi. Namun dari penelitian yang sudah dilakukan penggunaan abu terbang ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pengganti semen untuk membuat beton sedangkan pada komposisi pembuatan beton penggunaan semen hanya 20% dari volume beton sedangkan komposisi utama beton ialah agregat yang memiliki porsi sebanyak 60-80%. Maka dari itu penelitian ini ditujukan untuk penggunaan abu terbang sebagai pengganti agregat kasar dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana durabilitas beton yang menggunakan agregat ringan buatan dari bahan dasar abu terbang (fly ash) dengan pengujian terhadap penyerapan air di lingkungan mendekati asam dan basa dengan komposisi yang sesuai. Rancangan dalam penelitian ini dimulai dengan pengujian pada bahan material yang akan digunakan. Kemudian dilakukan perencanaan pembuatan FA ALWA (80% FA dan 20% Semen) kemudian pembuatan FA ALWA menggunakan pan granulator. Setelah itu perencanaan mix design beton normal dengan kuat tekan yang direncanakan sebesar 37 MPa. Pembuatan benda uji sebanyak 4 buah dengan variasi kadar persentase penggunaan ALWA dari total volume agregat kasar berukuran 10x20 cm kemudian perawatan benda uji selama 28 hari hingga 56 hari. Pengujian benda uji yang dilakukan yaitu kuat tekan dan sifat durabilitasnya yaitu penyerapan air kapiler beton. Hasil pengujian selanjutnya akan dianalisa statistik menggunakan aplikasi SPSS yang diujikan yaitu pengujian normalitas dan homogenitas pengujian hipotesis ANOVA yang dilanjutkan uji posthoc tukey. Hasil pengujian sifat fisik dan mekanik beton yaitu berat volume dan kuat tekan beton. Berat volume berbanding terbalik dengan prosentase kadar ALWA yang digunakan. Perbandingan kuat tekan beton normal didapatkan bahwa beton CONTROL lebih besar 11.57% dari beton FA50 dan beton CONTROL lebih besar 23.43% dari FA100 pada umur 28 hari. Sedangkan pada umur 56 hari beton CONTROL lebih besar 4.97% dari FA50 dan lebih besar 7.73% dari FA100. Hasil uji durabilitas penyerapan air kapiler beton menunjukkan bahwa FA ALWA mendapatkan nilai penyerapan lebih tinggi daripada beton CONTROL sehingga didapatkan nilai penyerapan air kapiler beton CONTROL dengan beton FA ALWA memiliki perbedaan yang signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil uji penyerapan kapiler menggunakan larutan yang berbeda beda menunjukkan beton FA ALWA lebih tahan di lingkungan yang bersifat basa atau mengandung larutan garam (NaCl).