Skripsi
Perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar menggunakan alat ukur mekanik antara yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran demonstrasi di SMK Ngunut Tulungagung / Bayu Kinayungan
Abstrak
Pendidikan merupakan kebutuhan manusia untuk menunjang kehidupan sehari-hari oleh sebab itu manusia berusaha agar bisa mengembangkan bakat dan potensi dirinya baik melalui proses pembelajaran formal maupun belajar mandiri. Mulai dari pendidikan dasar pendidikan menengah dan pendidikan atas hingga perguruan tinggi merupakan pendidikan formal yang terstruktur dan berjenjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar antara menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran demonstrasi. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pekerjaan dasar otomotif kompetensi alat ukur mekanik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment. Rancangan penelitian ini adalah Posttest Control Group Design Only. Pengujian data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Uji T untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar antara menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran demonstrasi. Hasil penelitian ini didapatkan hasil Uji T mengenai hasil belajar siswa yang menunjukan nilai Sig. 0 000 lt 0 05. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil uji statistik deskriftif dalam penelitian ini menunjukan hasil belajar menggunakan model pembelajaran demonstrasi memperoleh nilai rata-rata 83 46. Sedangkan untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing memperoleh nilai rata-rata 74 13 dan masih terdapat siswa yang nilainya tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal. Motivasi belajar siswa didapat hasil Uji T yang menunjukan nilai Sig. 0 000 lt 0 05. Hal ini juga dapat diinterpretasikan bahwa ada perbedaan motivasi belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil uji statistik deskriptif dalam penelitian ini menunjukan motivasi belajar menggunakan model pembelajaran demonstrasi memperoleh nilai rata-rata 81 50. Sedangkan untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing memperoleh nilai rata-rata 69 43 yang berarti kelas eksperimen memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi.