UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pandangan masyarakat terhadap ketentuan umur bagi mempelai menurut undang-undang perkawinan (studi kasus di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) / Nurul Izzah Khusniar Putri Pradana

Pradana, Nurul Izzah Khusniar Putri - Nama Orang;

Abstrak
Abstrak Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan umur mempelai yang melangsungkan perkawinan di Desa Wonorejo faktor terjadinya perkawinan di bawah umur menurut Undang-Undang Perkawinan di Desa Wonorejo pandangan masyarakat Desa Wonorejo terhadap ketentuan umur menurut Undang-Undang Perkawinan dan pandangan masyarakat Desa Wonorejo terhadap resiko perkawinan dibawah umur menurut Undang-Undang Perkawinan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti memilih metode kualitatif dan jenis penelitian deskriptif ini didasarkan pada kebutuhan untuk melakukan analisis yang mendalam dan terperinci sehingga diperlukan data yang akurat dengan cara mendekati responden secara personal. Pengumpulan informasi penelitian ini dilakukan melalui metode wawancara pengamatan dan pengarsipan. Pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan interaktif yang dimiliki oleh Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dalam sebuah perkawinan di Desa Wonorejo pada tahun 2022 terjadi antara usia kurang dari 19 tahun hingga 30 tahun. Terdapat 16 pelaku perkawinan di bawah umur 19 tahun yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Peneliti memilih Desa Wonorejo untuk penelitian karena disana juga masih banyak terdapat warga yang percaya akan mitos jika anak perempuannya menolak lamaran maka itu termasuk aib bagi keluarga si perempuan. Para orang tua percaya apabila menolak lamaran laki-laki yang datang maka si perempan akan menjadi ldquo perawan tua rdquo . Maka dari itu mereka akan segera menikahkan anak mereka apabila sudah ada yang melamarbterlepas dari anaknya apakah sudah cukup umur atau belum. Banyak konsekuensi yang tidak mereka sadari dari hal itu salah satunya kasus perceraian yang marak terjadi pada pasangan yang menikah di bawah umur di Desa Wonorejo. Pendapat masyarakat terhadap faktor yang terjadi di Desa Wonorejo yaitu terdiri dari faktor internal dan eksternal. Masyarakat Desa Wonorejo memandang bahwa umur tidak menjadi patokan untuk melangsungkan perkawinan. Perkawinan yang dilakukan di bawah umur berpotensi lebih tinggi menimbulkan resiko di masyarakat sehingga diperlukan perhatian khusus agar resiko yang muncul dapat teratasi dengan baik.


Informasi Detail
DDC
SKRIPSI DIGITAL
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), 2023.
Deskripsi Fisik
vii, 24 hlm. : ilus.
Bahasa
Indonesia
No Reg
5582/RS/23
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2023
Subjek
1. PERKAWINAN, UNDANG-UNDANG - MASYARAKAT, PERSEPSI
2. PERKAWINAN, UNDANG-UNDANG - UMUR
3. MARRIAGE, LAW - SOCIETY, PERCEPTION

Pembimbing
1. Rusdianto Umar, S.H., M.Hum
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik