Skripsi
Strategi sekolah dalam membentuk perilaku toleransi beragama siswa di SMAN 3 Kota Kediri / Dwintiana Wulan Kusuma
Abstrak
Peran dunia pendidikan dalam membentuk perilaku toleransi beragama bagi generasi penerus di tengah keberagaman yang ada menjadi salah satu faktor dominan guna membentuk pondasi yang kokoh terciptanya kerukunan masyarakat di Kota Kediri. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dalam membentuk perilaku toleransi beragama siswa di SMAN 3 Kota Kediri. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif dengan model studi kasus. Prosedur pengumpulan data kajian ini berupa wawancara dokumentasi dan observasi. Adapun teknik analisis data dilakukan secara interaktif menurut Miles amp Huberman yakni reduksi data sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa 1) potret toleransi beragama antar siswa terlihat dari adanya interaksi siswa yaitu a) di dalam kelas siswa saling menghargai ketika terdapat perbedaan pendapat saat berdiskusi dengan teman berbeda agama adanya perilaku siswa yang tidak memilih-milih teman berdasarkan agama ketika berkelompok b) di luar kelas adanya kesempatan yang sama tanpa melihat latar belakang agama yakni terpilihnya ketua OSIS beragama Kristen Protestan melalui prosedur pemilihan selayaknya Pemilu di tengah jumlah siswa yang mayoritas beragama Islam 2) strategi sekolah dalam membentuk perilaku toleransi beragama yakni a) kegiatan pembiasaan di sekolah berupa penumbuhan jiwa religius dengan tetap saling bertoleransi pembiasaan 5S (Seyum Salam Sapa Sopan Santun) dan peringatan hari-hari besar keagamaan di sekolah. b) pengoptimalan peran guru menanamkan toleransi beragama di dalam kelas dengan memberikan pemahaman toleransi beragama secara lisan disela-sela pembelajaran kelas serta memanfaatkan vidio pendukung dari gawai dan c) kegiatan yang dilakukan diluar kelas (ekstrakurikuler) dengan kegiatan yang mengakomodir masing-masing agama yang ada dan saling menghargai waktu ibadah masing-masing agama. 3) kendala yang muncul berdasarkan strategi sekolah dalam membentuk perilaku toleransi beragama yakni a) pengoptimalan peran guru menanamkan toleransi beragama di dalam kelas terdapat kendala keterbatasan waktu dari guru mata pelajaran agama Katolik yang mengajar di dua sekolah dan berstatus diperbantukan di SMAN 3 Kota Kediri b) kegiatan yang dilakukan diluar kelas (ekstrakurikuler) terdapat kendala adanya kecenderungan siswa untuk mengikuti sesuatu fenomena me-roasting teman ketika berinteraksi. Adapun saran kepada sekolah hendaknya selalu memelihara pembiasaan-pembiasaan yang telah menjadi budaya siswa di SMAN 3 Kota Kediri sehingga kedepannya dapat ditularkan kepada sekolah yang lainnya.