Skripsi
Pengaruh metode edutainment bermedia boneka gigi terhadap kemampuan bina diri menggosok gigi siswa autis di SLB Tamima Mumtaz Pujon / Dina Fitri Oktafiyani
Abstrak
Hasil studi pendahuluan di SLB Tamima Mumtaz Pujon peneliti mendapati seorang siswa yang duduk di kelas I dengan High function autism berinisial ldquo AZ rdquo yang memiliki kemampuan berbicara lambat dan kesulitan melakukan komunikasi dua arah atau hanya melakukan pengulangan saat orang lain berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan bina diri menggosok gigi anak autis di SLB Tamima Mumtaz Pujon pada kondisi baseline-1 (A1) Intervensi (B) baseline-2 (A2) serta pengaruh metode edutainment bermedia boneka gigi terhadap kemampuan bina diri menggosok gigi anak autis di SLB Tamima Mumtaz Pujon. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen single subject research (SSR) desain A-B-A. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada kondisi baseline-1 (A1) kondisi intervensi (B) serta kondisi baseline-2 (A2). Analisis data yang digunakan yaitu analisis visual dengan bentuk grafik data dalam kondisi serta antar kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan pada Baseline-1 (A1) kemampuan anak masih sangat rendah dengan skor minimal yang diperoleh 27 6% dan skor maksimal 39 4% dengan mean level 33 825. Pada saat Intervensi (B) kemampuan anak mengalami peningkatan menjadi cukup mampu dengan skor minimal 46 0% dan skor maksimal 78% serta mean level 62 42. Pada kondisi terakhir yaitu baseline-2 (A2) kemampuan anak meningkat menjadi sangat baik dengan skor minimal 85 5% dan skor maksimal 93 4% serta mean level 89 43. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa metode edutainment dapat memberikan peningkatan kemampuan binadiri menggosok gigi pada anak autis. Berdasarkan hasil penelitian beberapa saran ditujukan kepada guru yaitu perlu mengimplementasikan metode edutainment dengan mempertimbangkan beberapa factor salah satunya kesesuaian kebutuhan atau kemampuan peserta didik. Bagi orangtua yaitu menerapkan kegiatan menggosok gigi dengan tertib dan sesuai tahapan agar kemampuan menggosok gigi anak terus meningkat. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan metode ini dengan karakteristik jumlah sampel yang berbeda dan lebih banyak selain itu pada lokasi dan materi yang berbeda.