Skripsi
Pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup dewasa awal yang melajang / Silvia Abrilia Arifin
Abstrak
Menurut Havighurts dewasa awal merupakan masa dimana individu diharapkan untuk menikah atau berkeluarga. Individu yang masih melajang di usia yang diharapkan menikah kerap memperoleh stigma negatif dari lingkungan. Status lajang juga dianggap memberikan dampak pada kesehatan dan kondisi psikologis salah satunya adalah pada kualitas hidup. Tinggi atau rendahnya kualitas hidup seseorang dapat dipengaruhi oleh seberapa besar dukungan sosial yang diperoleh baik dari keluarga teman maupun rekan kerja sehingga dukungan sosial dapat dianggap memberikan pengaruh pada kualitas hidup individu. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup pada individu yang melajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling dengan membagikan kuesioner secara online hingga diperoleh subjek sejumlah 129 orang. Adapun kriteria yang ditetapkan yakni individu yang melajang (belum atau tidak menikah) dan berusia 25-40 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrument dukungan sosial yang didasarkan pada teori Sarafino (2017) dan instrumen kualitas hidup berdasarkan teori Renwick dan Brown (1996). Uji hipotesis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup dewasa awal yang melajang dengan kontribusi sebesar 55 8%. Hal ini dibuktikan dengan nilai p 0 000 dan R square 0 558.