Skripsi
Peran instruktur dalam pelatihan budidaya ikan nila di UPT BLK Wonojati Malang / Aprilia Regita Pramestya Putri
Abstrak
Pelatihan merupakan suatu keterampilan yang cukup penting yang harus dimiliki oleh individu karena berkaitan dengan kebutuhan manusia untuk membantu memperbaiki kecakapan hidupnya dalam kegiatan sehari-hari. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemandirian berwirausaha di jalur pendidikan nonformal yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia khususnya pemuda sebagai generasi penerus pembangunan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan peran instruktur dalam pelatihan budidaya ikan nila (2) Faktor penghambat instruktur dalam pelatihan budidaya ikan nila Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini ada di UPT BLK Wonojati Jl. Raya Mondoroko No.01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Subyek dalam penelitian ini meliputi satu instruktur senior satu instruktur muda dan salah satu peserta pelatiham. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tahapan (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data dan (4) penarikan kesimpulan. Proses pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Instruktur memiliki lima peran dalam pelaksanaan pelatihan budidaya ikan nila. Pertama Peran instruktur sebagai pelatih instruktur mampu menguasai materi pelatihan dan mendemonstrasikannya. Kedua sebagai pembimbing instruktur memberikan bimbingan keterampilan yang bertujuan untuk membantu peserta pelatihan. Ketiga sebagai fasilitator instruktur memberikan fasilitas kemudahan dan juga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menarik. Keempat sebagai motivator instruktur memberikan dorongan atau motivasi kepada peserta pelatihan supaya lebih bersemangat dalam mengikuti pelatihan. Kelima instruktur sebagai evaluator yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam memahami materi pelatihan pada saat proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pelatihan kendala yang dihadapi oleh instruktur adalah kurangnya minat dan motivasi peserta pelatihan sulitnya komunikasi dan daya tangkap peserta pelatihan kondisi lingkungan kurangnya tenaga instruktur serta sarana dan prasarana yang kurang memadai Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa peran instruktur dalam pelaksanaan pelatihan cukup signifikan dan saran yang diberikan supaya menjalin kemitraan yang lebih luas lagi agar mampu menambah tenaga pendidik (instruktur) dalam menunjang kegiatan mutu pelatihan