Skripsi
Hubungan dukungan sosial dan self-compassion terhadap kesepian pada dewasa awal pelaku self-injury / Octaviani Diah Annisa Putri
Abstrak
Masa dewasa awal merupakan puncak dari perkembangan manusia dimana pada masa ini individu memiliki tanggung jawab yang melibatkan diri dalam menjalin hubungan sosial dan melakukan eksplorasi. Adanya ketidaksesuaian antara harapan dan realita yang dimiliki individu dalam hubungan sosialnya dapat memunculkan perasaan kesepian. Salah satu cara negatif yang dilakukan individu dalam mengatasi kesepian adalah self-injury. Self-injury disebabkan oleh adanya perasaan kesepian yang dialami individu. Kesepian ini dikarenakan kurangnya dukungan sosial yang diterima dan rendahnya tingkat self-compassion yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dan self-compassion terhadap kesepian pada pelaku self-injury dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi korelasional. Partisipan terdiri dari 145 individu dewasa awal yang pernah atau sedang melakukan self-injury dalam kurun waktu 12 bulan terakhir yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Terdapat tiga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1) The University of California Los Angeles Loneliness Scale 3 (UCLA LS) yang diadaptasi oleh Putri (2019) dimodifikasi oleh peneliti 2) skala dukungan sosial milik Izeh (2020) dimodifikasi oleh peneliti dan 3) self-compassion scale (SCS) yang diadaptasi oleh Anggraini (2021) dan dimodifikasi oleh peneliti. Analisis dalam penelitian ini menggunakan korelasi berganda bivariate pearson. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap kesepian (-0 553) dan self-compassion terhadap kesepian (-0 198). Selain itu terdapat korelasi secara simultan antara dukungan sosial dan self-compassion terhadap kesepian (0 568).