Tesis
Collaborative curriculum development dalam pencapaian standar kompetensi lulusan (skl) peserta didik (studi multi situs SD Islam Baitul Makmur Kota Malang dan SD Modern Al-Rifa’ie Malang) / Indra Lesmana
Abstrak
Lesmana Indra. 2023. Collaborative Curriculum Development Dalam Pencapian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Peserta Didik (Studi Multi Situs SD Islam Baitul Makmur Kota Malang dan SD Modern Al-Rifa rsquo ie Malang). Tesis. Departemen Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Drs. H. Burhanuddin M. Ed Ph.D. (II) Dr. Asep Sunandar S. Pd M. AP Kata Kunci Kurikulum Collaborative Curriculum Development Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Peserta Didik Pengembangan kurikulum dapat dikatakan sebagai suatu proses yang dinamis dan berkelanjutan sehingga kurikulum senantiasa direvisi ke arah yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat lokal nasional maupun global serta diharapkan dapat menawarkan hal-hal baru yang lebih menjanjikan dengan tujuan yang jelas. Di era modern saat ini diperlukan kurikulum yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan kapabilitas yang bukan hanya diukur dari aspek kognitif saja melainkan juga terampil dan berakhlak mulia. Collaborative curriculum development didefinisikan sebagai salah satu bentuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan calon lulusan unggul yang memiliki kapabilitas pengetahuan dan keterampilan dari berbagai disiplin keilmuan. Pengembangan kurikulum kolaboratif ini justru menjadi ciri khas dari sekolah berbasis Islam. Satuan pendidikan ini berupaya untuk menyelenggarakan pembelajaran terpadu yang sifatnya formal dari kurikulum nasional (umum) pembelajaran nonformal dari kurikulum madrasah bahkan juga informal yang basisnya pesantren. Tujuan kolaborasi kurikulum tersebut selain memberikan pengetahuan akademis kepada peserta didik juga menekankan pada pendidikan akhlak. Penerapan kurikulum kolaboratif selain untuk memberikan pendidikan akhlak juga bertujuan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang bukan sekedar baca tulis Al-Qur rsquo an melainkan mampu sampai menghafal dan mengerti akan maknanya. Kecenderungan hal tersebut menyebabkan sekolah berbasis Islam saat ini mulai menarik perhatian masyarakat khususnya masyarakat modern di perkotaan yang memiliki kesibukan luar biasa dan waktu yang terbatas untuk keluarga terutama untuk memberikan pendidikan agama kepada putra-putrinya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji (1) penerapan collaborative curricululm development dalam pencapaian standar kompetensi lulusan peserta didik (2) strategi kepala sekolah dalam collaborative curriculum development (3) tingkat partisipasi personil sekolah dalam collaborative curriculum development (4) dampak penerapan collaborative curriculum development dalam pencapaian standar kompetensi lulusan peserta didik di SD Islam Baitul Makmur dan SD Modern Al-Rifa rsquo ie Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam secara terstruktur maupun tidak tersrtuktur pengamatan langsung dan studi dokumentasi. Analisis data dimulai dengan membuat catatan lapagan reduksi lampiran data dan verifikasi data. Triangulasi dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik sumber dan member check. Kemudian data diorganisir dan dianalisis secara berulang-ulang baik dalam situs tunggal maupun lintas situs guna menemukan konsep temuan penelitian. Hasil penelitian tentang collaborative curriculum development dalam pencapaian standar kompetensi lulusan peserta didik ditemukan bahwa (1) penerapan collaborative curriculum berawal dari keinginan dan motivasi para pendiri untuk melakukan inovasi pembelajaran untuk menjawab keresahan atas buta huruf Al-Qur rsquo an dikalangan masyarakat serta berusaha mewujudkan mutu lulusan yang unggul dari segi akademik keterampilan dan berakhlakul kharimah (2) strategi kepala sekolah dalam collaborative curriculum development adalah dengan mempersiapkan SDM kompeten melalui proses rekrutmen yang ketat. Kepala sekolah juga menjadwalkan kegiatan pelatihan secara berkala baik yang dilakukan secara intern maupun ekstern serta melibatkan guru-guru khususnya Bahasa Inggris untuk membuat modul ajar mandiri (3) keterlibatan dan partisipasi guru-guru dalam collaborative curriculum development adalah dengan membuat RPP media dan materi ajar secara kreatif dan inovatif yang kemudian nantinya direview oleh koordinator kuriklum. Di samping itu guru-guru juga dilibatkan dalam rapat perencanaan awal tahun untuk ikut serta membahas program-program sekolah (4) dampak penerapan collaborative curriculum development dalam pencapaian standar kompetensi lulusan peserta didik dapat dilihat dari sisi akademik keterampilan prestasi dan sikap peserta didik. Dari segi akademik mutu lulusan yang dihasilkan mayoritas dapat melanjutkan dan diterima di SMP dan Pondok pesantren ternama di Malang serta peserta didik memiliki pengetahuan dari beragam disiplin ilmu. Dari segi keterampilan peserta didik lebih memiliki keunggulan di bidang Al-Qur rsquo an terutama dalam membaca (sesuai hukum bacaan tajwid yang benar) dan menghafal kemudian juga terampil dalam berBahasa Inggris dan Arab. Kemudian ditinjau dari prestasi peserta didik dapat menorehkan beragam prestasi dari bidang akademik maupun non akademik. Dari segi sikap peserta didik lebih tawaduk dan sopan kepada guru orang tua dan antar sesama.