Skripsi
Analisis kapasitas produksi pada pembuatan pressure vessel menggunakan metode RCCP dengan pendekatan bola di PT. Boma Bisma Indra / Benedikta Fini Alfionita Wika
Abstrak
Perencanaan dan pengendalian produksi yang sukses tentunya diperlukan perencanaan kapasitas yang efektif guna mencapai jadwal produksi yang telah ditetapkan. Kegagalan untuk memenuhi target produksi karena kurangnya kapasitas dapat menyebabkan keterlambatan dalam memasok sebuah produk ke tangan pelanggan. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap perusahaan dan rusaknya reputasi perusahaan. Pada sisi lain kelebihan kapasitas dinilai dapat menyebabkan pemanfaatan sumber daya yang kurang efektif biaya yang lebih tinggi harga produk yang kurang kompetitif kehilangan pangsa pasar dan menurunkan profit perusahaan. Oleh karena itu perencanaan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan karena kekurangan atau kelebihan kapasitas dapat berdampak buruk pada sistem manufaktur. Dalam proses produksi Pressure Vessel sering terjadi keterlambatan pengiriman ke konsumen dari waktu yang telah ditentukan padahal para karyawan sudah melakukan lembur karena workload yang tinggi. Kemungkinan hal ini terjadi karena sistem perencanaan produksi di PT. BBI masih terpusat pada data permintaan dari divisi marketing karena metode produksi yang diterapkan adalah make to order maka belum terdapat peramalan permintaan untuk meramalkan permintaan jangka panjang. Selain itu perusahaan juga belum melakukan perhitungan yang dibandingkan dengan ketersediaan dan kebutuhan kapasitas. Pada penelitian ini metode RCCP dipakai dalam menguji kesediaan kapasitas produksi dengan memperhatikan agenda utama produksi (MPS) yang sudah disusun. Metode ini dipilih dibandingkan metode perencanaan kapasitas lainnya karena metode ini menguji MPS yang merupakan fondasi dalam penyusunan nilai untuk menetapkan keperluan sumber daya dan kemampuan dan merupakan dasar untuk membuat janji pengiriman produk kepada pelanggan. Jika MPS telah dinilai teruji dengan baik oleh karena itu dapat dijadikan landasan untuk memberikan kontribusi utama kepada sistem perencanaan kebutuhan material dan kapasitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas persentase LC (load capacity) bernilai negatif. Hal ini menandakan bahwa kapasitas tersedia yang ada di PT. Boma Bisma Indra masih belum memenuhi kebutuhan permintaan yang ada. Oleh sebab itu hal ini dapat menjadi kemungkinan dari penyebab seringnya terjadi lembur pada kayawan dan keterlambatan pengiriman produk ke konsumen. Dalam menghadapi permasalahan ini PT. Boma Bisma Indra harus melakukan perencanaan jangka panjang yang matang. Evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi seperti permintaan pasar persediaan bahan baku efisiensi produksi dan sumber daya manusia sangat penting. Dengan perencanaan yang baik perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengatasi kendala kapasitas yang ada serta memastikan bahwa kapasitas produksi akan dapat mengimbangi pertumbuhan permintaan pada masa yang akan datang. Tidak hanya itu penting untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap performa produksi guna mengidentifikasi potensi masalah sejak dini dan mengambil tindakan perbaikan yang sesuai. Dengan demikian PT. Boma Bisma Indra dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengiriman tepat waktu yang handal.