Skripsi
Analisis keseimbangan lintasan proses pengemasan tic tac rasa sapi panggang menggunakan pendekatan metode heuristik / Tedi Yoga Permana
Abstrak
Perencanaan produksi merupakan hal yang diperlukan dalam menunjang kelancaran proses produksi. Keseimbangan lintasan (line balancing) merupakan salah satu hal di dalam perencanaan produksi yang perlu dirancang dengan matang. Lintasan yang seimbang memastikan waktu pemrosesan yang optimal untuk sesuatu yang diproduksi. Sebaliknya apabila lintasan proses produksi tidak seimbang maka akan menghambat kelancaran proses produksi. Permasalahan yang seringkali terjadi pada lintasan produksi proses pengemasan Tic Tac 16 gram di PT Dua Kelinci adalah waktu yang tidak seimbang sehingga mengakibatkan adanya waktu menganggur pada suatu operasi atau stasiun kerja. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan sistematis untuk pemecahan masalahnya. Metode keseimbangan lintasan (Line Balancing) yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada proses produksi adalah metode heuristik yang terdiri dari Ranked Positional Weight (RPW) Region Approach (RA) dan Largest Candidate Rules (LCR). Metode Ranked Positional Weight adalah metode yang menggunakan cara penjumlahan waktu dari operasi-operasi yang terkontrol dalam sebuah stasiun kerja dengan operasi tertentu yang disebut sebagai bobot posisi. Metode Region Approach adalah metode dengan melibatkan pergantian antar pekerjaan yang terjadi sesudah keseimbangan lintasan awal terlaksana. Metode Largest Candidate Rules adalah metode pembebanan berurut dengan mengurutkan elemen dari waktu terbesar ke waktu terkecil. Penyeimbangan lintasan dengan metode tersebut dilakukan berdasarkan pengolahan data-data aliran proses dan waktu tiap-tiap operasi untuk memaksimalkan efisiensi dari lintasan produksi tersebut. Hasil dari penyeimbangan lintasan ketiga metode heuristik didapatkan bahwa metode yang terpilih adalah metode Region Approach karena menghasilkan rancangan keseimbangan lintasan terbaik yaitu tingkat efisiensi lintasan 99.72% balance delay 0.28% smoothness index sebesar 0.8 jumlah stasiun kerja yang diperlukan sebanyak 6 stasiun kerja dan produktifitas yang dihasilkan adalah 192 gram per detik. Lintasan produksi ini menjadi lebih baik dibandingkan dengan kondisi awal dengan hasil tingkat efisiensi meningkat sebesar 12.40% balance delay menurun sebesar 12.39% dan. smoothness index menurun sebesar 1.14. Selain itu produktivitas yang dihasilkan meningkat sebesar 24 gram per detik.