Tesis
Penerapan model pembelajaran cooperative script dan circuit learning untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat materi sistem dan dinamika demokrasi Pancasila di Kelas xi MIPA 2 SMA Negeri 1 Turen / Hana Rifkia Zahara
Abstrak
Latar belakang dilakukan penelitian ini karena adanya kesulitan mengemukakan pendapat yang dialami siswa kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 1 Turen dalam mata pelajaran PPKn. Refleksi awal ditemukan bahwa kemampuan mengemukakan pendapat siswa di kelas sebesar 57% yang aktif. Penyebabnya adalah siswa yang tidak fokus ketika proses pembelajaran dan model pembelajaran guru yang masih klasikal sehingga cenderung monoton. Solusi dari permasalahan adalah peneliti menawarkan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script dan Circuit Learning untuk diterapkan kepada siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Cooperative Script dan Circuit Learning dalam meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat materi Sistem dan Dinamika Demokrasi Pancasila 2) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat pendapat materi Sistem dan Dinamika Demokrasi Pancasila. Model pembelajaran Cooperative Script dan Circuit Learning merupakan model pembelajaran yang membuat siswa saling bergantian bertukar informasi dengan pola yang terus menerus. Model dalam penelitian ini menggunakan model penelitian Kemmis amp Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Turen tahun pelajaran 2021-2022 dengan jumlah 34 siswa terdiri dari siswa 13 laki-laki dan 21 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut 1) penerapan model pembelajaran Cooperative Script dan Circuit Learning dalam meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat materi Sistem dan Dinamika Demokrasi Pancasila mengalami peningkatan hal ini dibuktikan bahwa aktivitas guru pada siklus I mencapai persentase 74% (baik) sedangkan pada siklus II aktivitas guru mencapai presentase 87% (sangat baik). Aktivitas siswa pada siklus I mencapai persentase 56% (cukup baik) sedangkan pada siklus II mencapai persentase 67% (baik) 2) terdapat peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat pada setiap siklusnya. Pada siklus I telah mengalami peningkatan begitu pun siklus II sehingga pada siklus II dinyatakan berhasil karena sudah mencapai indikator kinerja.