Skripsi
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan historical thinking siswa pada pembelajaran sejarah Kelas XI SMAN 1 Sutojayan / Anisa Febiola Irfansah
Abstrak
Model pembelajaran kooperatif berorientasi kepada peningkatan hasil belajar siswa dam pengembangan terhadap keterampilan sosial. Model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) adalah salah satu jenis model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran Student Team Aachievement Division (STAD) merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam pelaksanaannya. Siswa dapat belajar dan membantu satu sama lain untuk memahami pembelajaran serta mengembangkan kemampuan historical thinking. Dalam hal ini penelitian dilaksanakan untuk menguji pengaruh model pembelajaran STAD terhadap kemampuan historical thinking siswa. Historical thinking merupakan kemampuan dalam memahami bagaimana peristiwa sejarah terjadi. Hal tersebut menuntut siswa untuk berpikir secara kritis arif dan bijaksana dalam mempelajari fakta-fakta sejarah yang berpengaruh dalam kehidupan saat ini ataupun masa depan. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian kuantitatif berbentuk quasi-experiment desain nonequivalent control group yakni memberikan pembelajaran berbeda pada dua kelas. Kelas eksperimen merupakan kelas dengan pembelajaran menggunakan model STAD. Sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran yang biasanya diterapkan guru seperti ceramah diskusi dan tugas. Teknik pengumpulan data yakni dengan penyebaran angket dan soal pre-test dan post-test dan uji hipotesis yang digunakan yakni uji-t. Hasil yang diperoleh dari penelitian yakni uji soal kelas eksperimen didapatkan hasil nilai sig 2-tailed 0.348 gt 0.05 dan pada kelas kontrol nilai sig 2-tailed 0.431 gt 0.05. Dapat disimpulkan model pembelajaran STAD tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan historical thinking pada kelas eksperimen. Namun terdapat perbedaan nilai rata-rata setiap kelas yakni nilai hasil post-test kelas eksperimen sebesar 59.71 lebih tinggi dari hasil rata-rata kelas kontrol yakni 55.43. Sedangkan hasil persentase jawaban benar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol menunjukkan terdapat beberapa indikator yang meningkat dan menurun. Dari hasil jumlah persentase seluruh soal pada kelas eksperimen memiliki jumlah persentase jawaban benar lebih tinggi yakni 57% (pre-test) dan 60% (post-test). Sedangkan kelas kontrol memiliki hasil jumlah persentase jawaban benar siswa sebesar 52% (pre-test) dan 56% (post-test).