Disertasi
Pewarisan kearifan lokal panca satya masyarakat Tengger berdasarkan paradigma informal learning (studi grounded theory pada masyarakat Tengger Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang) / Firsta Bagus Sugiharto
Abstrak
Penelitian ini berangkat dari fenomena pewarisan kearifan lokal panca satya Masyarakat Tengger Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang melalui proses pembelajaran informal. Proses regenerasi ini terjadi secara embedded melalui kegiatan kehidupan sehari-hari dan event adat (pribadi dan kolektif). Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah membangun teori pewarisan kearifan lokal melalui kegiatan pembelajaran informal berdasarkan fenomena pewarisan panca satya yang dilakukan oleh masyarakat Tengger dan ditopang oleh komponen pembelajaran yang secara alamiah terjadi di lapangan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan jenis tradisi grounded theory untuk meneliti proses transformasi kearifan lokal panca satya melalui kegiatan pembelajaran informal yang dilakukan oleh masyarkat Tengger Desa Ngadas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam orang dan dibantu oleh tiga orang informan pendukung pada setiap subjek penelitian selanjutnya kegiatan pengumpulan data melalui informan dilakukan secara snowball sehingga data yang akan didapatkan benar-benar valid dan komprehensif. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah wawancara observasi dan studi dokumen. Analisa data dilakukan dengan tahapan reduksi data display data pengambilan keputusan dan dilanjutkan menggunakan analisis grounded theory yakni melalui tahapan open coding axial coding and selective coding. Keabsahan akan dilakukan pengecekkan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasisumber data dan metode triangulasi. Kearifan lokal panca satya yang selama ini menjadi the way of life masyarakat Tengger telah mampu menjadikannya sebagai masyarakat adat yang jauh dari permasalahan sosial. Pewarisan kearifan lokal panca satya masyarakat Tengger di Desa Ngadas yang terjadi secara disengaja telah ikut meluruskan pemahaman dan sekaligus menjadi anti tesis dari paradigma bahwa kegiatan informal learning hanya terjadi secara incidental. Pembelajaran informal yang terjadi secara disengaja dalam proses pewarisan kearifan lokal bila ditelisik lebih jauh terdapat komponen pembelajaran yang menjadi landasan dan acuan dalam kegiatan belajar dan dalam riset ini terkonstruksi dalam wujud honeycomb theory informal learning curriculum. Sehingga kurikulum pembelajaran informal yang terbangun dan terkonstruksi dalam bentuk honeycomb telah mampu menjadi acuan kegiatan pembelajaran informal dalam rangka pewarisan kearifan lokal masyarakat adat Tengger dan sekaligus menjadi kebaharuan (novelty) yang dapat menjadi acuan dalam menyelenggarakan kegiatan serupa (proses pewarisan kearifan lokal melalui pembelajaran informal).