Tesis
Pengaruh 21st century skills terhadap kesiapan karir menjadi akuntan 4.0 / Eren Prinstin
Abstrak
Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan kemajuan teknologi di pelbagai bidang munculnya kecerdasan buatan superkomputer robot pintar cloud computing sistem big data rekayasa genetika yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Revolusi industri 4.0 diprediksi memberikan dampak signifikan dan luar biasa terhadap berbagai aspek terutama pada produk rantai pasokan konsumen dan pekerja. Akuntan merupakan salah satu pekerja atau profesi yang terimbas disruptif. Dalam mempersiapkan karirnya akuntan seharusnya mempersiapkan diri dengan mengasah softskill serta mampu beradaptasi dengan perubahaan yang terjadi sehingga revolusi 4.0 bukan hal yang menjadi tantangan namun sebuah peluang di masa depan. Soft skills yang akan dibahas dalam penelitian ini merujuk pada 21st century skills. 21st century skills dibagi menjadi learning skills literacy skills dan life skills. Penelitian ini menggunakan instrumen survei tertutup penelitian ini mengumpulkan data dari empat perguruan tinggi di Kota Malang. Hipotesis penelitian diuji menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan Smart Partial Least Square (Smart-PLS). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah outer model (model pengukuran) dan inner model (model structural). Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning skills literacy skills dan life skills berpengaruh terhadap kesiapan mahasiswa berkarir menjadi akuntan 4.0. Gender dan program pendidikan juga menunjukkan pengaruh terhadap kesiapan mahasiswa berkarir menjadi akuntan 4.0. Keterbaruan dari penelitian ini yang pertama adalah variabel penelitian. yaitu kesiapan karir menjadi akuntan 4.0. Kedua variabel soft skill merujuk pada 21st century skills Lebih lanjut pada penelitian ini menggunakan self efficacy sebagai variable mediasi. Keterbaruan penelitian selanjutnya adalah subjek penelitian yaitu mahasiswa S1 dan D4 karena menggunakan variabel program pendidikan. Saran kepada peneliti selanjutnya yaitu penelitian dengan memasukkan sampel dari perguruan tinggi lainnya di daerah lain di Indonesia terlebih di negara lain dan menambah faktor internal selain gender dan faktor eksternal selain program pendidikan sehingga variabel yang dihasilkan dapat lebih beragam.