Disertasi
Pengembangan model kebijakan pendidikan gratis untuk pemerataan akses layanan pendidikan yang bermutu / Siti Romlah
Abstrak
Rendahnya efektivitas dan efisiensi ketepatan penggunaan dana Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) yang merupakan bentuk implementasi Kebijakan pendidikan gratis mendorong peneliti melakukan pengembangan model kebijakan pendidikan gratis untuk pemerataan akses layanan pendidikan yang bermutu dengan tujuan penelitian untuk (1) menganalisis implementasi kebijakan pendidikan gratis (2) menganalisis kelemahan-kelemahan implementasi kebijakan pendidikan gratis (3) mengembangkan model kebijakan pendidikan gratis untuk pemerataan akses layanan pendidikan yang bermutu dan (4) menguji kelayakan dan keefektifan model kebijakan pendidikan gratis untuk pemerataan akses layanan pendidikan yang bermutu. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode research and development (R amp D) dengan mengacu pada Borg and Gall (2003) dengan tahapan penelitian dan pengembangan disimplifikasi menjadi sembilan langkah yaitu mulai tahap pencarian dan pengumpulan data perencanaan pengembangan bentuk produk awal validasi produk. uji coba lapangan terbatas uji coba lapangan utama hingga uji coba lapangan operasional dan penyempurnaan atau revisi produk akhir. Hasil akhir pengembangan berupa model kebijakan pendidikan gratis untuk pemerataan akses layanan pendidikan yang bermutu. Pada tahap penelitian peneliti mengawali dari penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Sedangkan tahap pengembangan merupakan tindak lanjut hasil penelitian dengan menghasilkan produk pengembangan. Penelitian yang merupakan tahap pencarian dan pengumpulan data dilakukan terhadap 272 sampel yang dianalisis menggunakan Structural Equational Modelling (SEM) yang dibantu program AMOS 26.0. Selanjutnya dilakukan penelitian kualitatif Forum Group Discussion (FGD) digunakan sebagai metode sekunder pengumpulan data karena digunakan untuk melengkapi riset yang bersifat kuantitatif. Hasil dari FGD selanjutnya di analisis dengan bantuan software QSR NVivo. Sedangkan pengembangan produk dilakukan melalui perencanaan perancangan produk dan uji coba guna menguji kelayakan dan keefektifan model kebijakan pendidikan gratis untuk pemerataan akses layanan pendidikan yang bermutu. Pengujian produk dilakukan dengan validasi dan uji coba menggunakan teknik Delphi dan Forum Group Discussion (FGD). Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan empat hal diantaranya (1) Kebijakan pendidikan gratis yang ada saat ini belum ditetapkan dalam aturan perundang-undangan tentang kebijakan pendidikan gratis. Kebijakan pendidikan gratis yang ada merupakan janji politik kepala daerah yang implementasinya berupa bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) yang penggunaan dananya diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 30 Tahun 2022 Tentang Petunjuk teknis BOSDA (2) Kelemahan-kelemahan implementasi kebijakan pendidikan gratis yang ada belum efektif mencapai pemerataan akses layanan pendidikan yang bermutu. Hal ini dilihat dari capaian rendahnya capaian angka partisipasi murni dan rendahnya capaian standar nasional pendidikan. Disamping itu implementasi kebijakan pendidikan gratis masih dalam kategori cukup baik yang menunjukkan belum mampu mengoptimalkan pemerataan akses layanan dan mutu pendidikan (3) Model Kebijakan Pendidikan Gratis untuk Pemerataan Akses Layanan Pendidikan yang Bermutu mendeskripsikan agenda yang perlu masuk dalam kebijakan agar efektif meningkatkan pemerataan akses layanan pendidikan dan mutu pendidikan. Faktor utama yang dominan mempengaruhi pemerataan akses layananan pendidikan dasar sehingga perlu masuk dalam agenda kebijakan pendidikan gratis yaitu tingkat pelayanan sekolah dan angka transisi sekolah. Faktor dominan yang mempengaruhi mutu pendidikan dan perlu masuk dalam agenda kebijakan pendidikan gratis yaitu peningkatan kompetensi guru pengembangan kurikulum berdaya saing global pengembangan kurikulum dengan pendidikan karakter berbasis keagamaan muatan lokal bahasa dan budaya pendalungan pembelajaran variatif yang berpusat pada peserta didik ketersediaan bahan ajar yang relevan komprehensif dan berdaya saing kelayakan dan kenyamanan fasilitas belajar. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan diantaranya faktor komunikasi faktor sumber daya faktor struktur organisasi dan disposisi yang juga perlu masuk dalam agenda kebijakan (4) Model Kebijakan Pendidikan Gratis untuk Pemerataan Akses Layanan Pendidikan yang Bermutu merupakan hasil analisis terhadap revisi model akhir yang telah diuji kelayakan dan keefektifannya. Novelty dari Model kebijakan pendidikan gratis untuk pemerataan akses layanan pendidikan yang bermutu merupakan model baru yang sebelumnya belum ada memadukan pemerataan akses dengan mutu pendidikan. Selain itu dapat dilihat dari cakupan agenda yang masuk dalam kebijakan teori-teori yang relevan dan didukung oleh data empirik dan naskah akademik sebagai bahan penyusunan peraturan daerah tentang kebijakan pendidikan gratis yang sebelumnya belum ada.