Skripsi
Digitalisasi layanan perpustakaan di SDN Kutogirang Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto / Ryo Adi Pamungkas
Abstrak
Pengembangan perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan digital melibatkan transformasi dari sistem manual menjadi sistem berbasis teknologi informasi. Ini melibatkan penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak pengelolaan data dalam format digital akses online dan kemampuan menyimpan dan mengelola koleksi dalam bentuk digital. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi kecepatan dan aksesibilitas informasi dalam perpustakaan serta mengurangi keterbatasan fisik seperti ruang penyimpanan dan waktu operasional. Penelitian ini dilaksanakan untuk menggambarkan (1) dasar atau landasan perubahan manajemen perpustakaan digital berbasis SLiMS (2) pelaksanaan layanan teknis dari pelayanan perpustakaan konvensional menuju pelayanan perpustakaan digital (3) pelaksanaan layanan sirkulasi dari konvensional menuju digital (4) pelaksanaan layanan Pembaca dari konvensional menuju ke digitalr (5) faktor pendukung perubahan manajemen perpustakaan digital berbasis SLiMS (6) faktor penghambat perubahan manajemen perpustakaan digital berbasis SLiMS Penelitian ini dilakukan di SDN Kutogirang Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti memilih pendekatan ini dikarenakan ingin mengamati serta mengkaji lebih dalam mengenai manajemen pembelajaran di era merdeka belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perpustakaan SDN Kutogirang telah mengadopsi sistem manajemen perpustakaan berbasis SLiMS (Senayan Library Management System) sebagai pengganti perpustakaan konvensional. Perubahan ini didasarkan pada kebutuhan akan fleksibilitas efisiensi administrasi dan keberagaman sumber daya perpustakaan. Perpustakaan digital memberikan keuntungan berupa fleksibilitas efisiensi dan aksesibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan perpustakaan konvensional. Dalam perpustakaan digital pengguna dapat dengan mudah mengakses layanan perpustakaan di mana saja dan kapan saja melalui teknologi digital. Sistem sirkulasi layanan perpustakaan digital lebih efisien dan ringkas mengurangi ketergantungan pada proses manual. Pelaksanaan layanan bagi pembaca di perpustakaan digital juga lebih efisien. Pengguna hanya perlu melakukan beberapa langkah menggunakan teknologi digital untuk mengakses koleksi dan layanan perpustakaan. Ini meminimalkan kerumitan dan mempercepat proses layanan bagi pembaca. Faktor pendukung manajemen perpustakaan digital di SDN Kutogirang meliputi fasilitas dan prasarana yang memadai pembiayaan dari dana operasional sekolah dan partisipasi orang tua dalam pengembangan perpustakaan. Namun terdapat juga faktor penghambat seperti sarana dan prasarana yang kurang optimal sumber daya manusia yang belum sepenuhnya menguasai teknologi digital serta keterbatasan keamanan dan perawatan perangkat teknologi. Untuk meningkatkan manajemen perpustakaan digital perlu dilakukan upaya perbaikan dan pengembangan dalam hal fasilitas dan prasarana pelatihan sumber daya manusia dan keamanan sistem. Dengan mengatasi hambatan tersebut manajemen perpustakaan digital di SDN Kutogirang dapat dioptimalkan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna. Berdasarkan simpulan yang telah dipaparkan peneliti memberikan saran ditunjukkan pada (1) Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto disarankan untuk memastikan akses pelatihan dukungan teknis integrasi dengan sistem informasi sekolah panduan yang jelas dan partisipasi aktif siswa terkait penggunaan SLiMS (2) SDN Kutogirang disarankan untuk melibatkan semua pihak terkait menyediakan pelatihan komprehensif menetapkan prosedur yang jelas melibatkan siswa dan guru dalam pengembangan koleksi digital serta membentuk tim pengelola yang berkala. (2) Guru SDN Kutogirang disarankan untuk mempelajari SLiMS mengikuti pelatihan memanfaatkan fitur-fitur SLiMS dalam pembelajaran mengelola data siswa secara teratur dan berkolaborasi dengan staf perpustakaan. (3) Staf Perpustakaan SDN Kutogirang disarankan untuk melaksanakan pelatihan komprehensif menetapkan prosedur yang jelas menerapkan kebijakan keamanan informasi melibatkan pengguna perpustakaan dalam pengembangan SLiMS dan melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja sistem.