Skripsi
Penerimaan diri pada remaja terhadap ketunanetraan adventitious / Deniarto Bagas Sukmana
Abstrak
Remaja yang baru saja mengalami ketunanetraan mendapati permasalahan penerimaan diri yang kompleks sehingga memerlukan layanan yang dapat membantu menerima kondisi barunya. Proses peningkatan penerimaan diri pada remaja yang baru saja mengalami ketunanetraan perlu peran dirinya sendiri serta orangtua dan lingkungan yang mampu untuk membantu penerimaan diri remaja tunanetra tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor permasalahan proses penerimaan diri dan resiliensi diri yang dialami oleh informan pada saat mengalami ketunanetraan diwaktu remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek pada penelitian ini berjumlah 2 orang tunanetra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penerimaan diri pada kedua subjek yang mengalami ketunanetraan pada masa remaja mengalami perbedaan yang spesifik. Pada subjek SA sebagai informan 1 lebih cenderung menggunakan faktor eksternal berupa bantuan dari orang lain dan tontonan sebagai upaya untuk dapat melaksanakan penerimaan diri sedangkan pada subjek R sebagai informan 2 lebih cenderung menggunakan faktor internal berupa keinginan untuk hidup mandiri dan kembali bergaul dengan teman sebayanya sebagai upaya untuk dapat melaksanakan penerimaan diri. Peneliti mengharapkan penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan penerimaan diri dan menjadi sebuah motivasi untuk dapat menjalani kehidupan sehari-hari pada anak yang baru mengalami ketunanetraan.