Skripsi
Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap tingkat korupsi dengan tindak lanjut hasil pemeriksaan sebagai variabel moderasi / Rafi Alfin Utama
Abstrak
Penerapan desentralisasi fiskal di Indonesia sekarang ini belum mencapai titik maksimalnya dalam menciptakan transparansi dan efisiensi pengelolaan anggaran pemerintahan karena masih tingginya tingkat korupsi yang direpresentasikan oleh rendahnya skor dalam indeks persepsi korupsi terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh desentralisasi fiskal yang diukur menggunakan variabel pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap tingkat korupsi dengan menempatkan tindak lanjut hasil pemeriksaan sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian adalah pemerintah daerah provinsi yang terdaftar di IHPS BPK RI periode 2019-2021. Sampel data berhasil dipilih melalui metode purposive sampling. Data sekunder berupa laporan realisasi anggaran rekapitulasi tindak lanjut hasil pemeriksaan dan laporan penindakan korupsi yang diperoleh dari website BPK RI dan ICW. Teknik analisis data yang digunakan yaitu moderated regression analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal yang diproksikan oleh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan memiliki pengaruh positif terhadap tingkat korupsi. Namun tindak lanjut hasil pemeriksaan tidak mampu memoderasi pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap tingkat korupsi.