Skripsi
Analisis kelayakan lalu lintas guna perencanaan underpass di Simpang MT. Haryono Kota Malang / Yusnia Khristanti
Abstrak
Simpang M.T. Haryono merupakan salah satu simpang bersinyal di Kota Malang yang menjadi akses kendaraan ringan menuju Kota Batu dan Kota Malang. Tingginya arus kendaraan dari arah Kota Malang dan Kota Batu membuat simpang ini mengalami penurunan kinerja sehingga menyebabkan antrian panjang pada saat jam-jam sibuk. Oleh karena itu dibutuhkan pemecahan masalah dengan penerapan solusi jangka panjang yakni berupa underpass. Untuk itu sebelum underpass benar-benar bisa diterapkan maka diperlukan kajian terlebih dahulu terhadap aspek kelayakan lalu lintasnya guna mengetahui apakah penerapan underpass memang layak dilakukan. Tujuan penelitian (1) mendeskripsikan kinerja simpang eksisting terhadap kelayakan lalu lintas guna penerapan underpass (2) mendeskripsikan kinerja simpang pasca underpass selama umur rencana 30 tahun (3) mendeskripsikan kinerja underpass selama umur rencana 30 tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Rancangan penelitian diawali dengan tahap studi literatur mengenai masalah penelitian melakukan pengumpulan data primer dari survei lapangan dan data sekunder dari website melakukan analisis dan pembahasan data serta memberikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis data menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (2014). Hasil penelitian menunjukkan (1) kinerja simpang eksisting sudah Tidak Layak diperoleh nilai tundaan rata-rata simpang sebesar 196 59 det/skr dengan Level Of Service atau LOS F yang berarti nilai tundaan rata-rata simpang (T) telah melebihi 2 menit atau 120 det/skr sehingga sudah seharusnya digunakan pengaturan lalu lintas dengan simpang tak sebidang guna peningkatan kinerja simpang dengan demikian maka perencanaan underpass dikatakan Layak (2) kinerja simpang pasca penerapan underpass ideal pada tahun awal (tahun ke-0) dengan didapatkan nilai tundaan simpang rata-rata (T) sebesar 15 44 det/skr dan LOS B untuk tahun akhir (tahun-30) didapatkan nilai tundaan meningkat menjadi 24 det/skr dengan LOS C selama umur rencana 30 tahun kinerja simpang dapat dikatakan ideal mengingat nilai tundaan simpang rata-rata (T) dan LOS masih jauh lebih baik daripada kondisi eksistingnya (3) kinerja underpass ideal pada tahun awal (tahun ke-0) dengan didapatkan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0 404 dan LOS B kinerja underpass yang ideal (DJ le 0 85) dapat bertahan hingga tahun akhir (tahun ke-30) dengan didapatkan nilai DJ sebesar 0 836 dan LOS D.