Skripsi
Analisis kenyamanan termal ruangan kelas di SMKN 6 Kota Malang / Lalu Muhammad Hanif Naufal Rabbani
Abstrak
Ruangan kelas yang merupakan sarana dan prasarana yang didalamnya berlangsung proses tatap muka antara guru dan siswa yang dimana aktivitas dalam ruangan kelas tersebut dapat mempengaruhi kenyamanan termal. Salah satu sekolah menengah kejuruan di kota Malang SMKN 6 Kota Malang memiliki beberapa ruang kelas dan ruang praktikum yang digunakan dalam aktivitas belajar. Dari hasil pengukuran awal di lapangan dengan pengukuran menggunakan alat ukur termometer digital diperoleh hasil sementara suhu ruangan berkisar di antara nilai suhu ruangan 29 30C - 300C.. Sementara menurut SNI SNI 03-6572-2001 suhu yang tergolong nyaman hangat adalah suhu yang berkisar dari 25 8 ordm C-27 1 ordm C hasil pengukuran tersebut menunjukkan suhu ruangan kelas masih dibawah standar yang ditetapkan. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kajian pustaka observasi dan pengukuran fisik dilapangan. Penelitian ini menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD) dengan Software CBE Thermal Comfort Tools. Dari hasil Analisa menggunakan software CBE Thermal Comfort Tool untuk ruang laboratorium gambar manual diperoleh nilai PMV 1 60 dan nilai PPD 56 %. Dari hasil PMV dan PPD pada ruang laboratorium gambar manual dikategorikan dalam indeks sensasi hangat dan persentase ketidakpuasan 56%. Untuk ruang teori L.22 diperoleh nilai PMV 1 67 dan nilai PPD 56 %. Dari hasil PMV dan PPD pada ruang teori L.22 dikategorikan dalam indeks sensasi hangat dan persentase ketidakpuasan 60%. Untuk ruang teori L.2.4 diperoleh nilai PMV 1 50 dan nilai PPD 56 %. Dari hasil PMV dan PPD pada ruang teori L.2.4 dikategorikan dalam indeks sensasi hangat dan persentase ketidakpuasan 51%. Dari ketiga hasil di atas dapat disimpulkan ketiga ruangan tersebut memiliki kenyamanan termal yang tidak sesuai dengan standar ASHRAE-55.