Skripsi
Potensi ekstrak daun kersen (muntingia clabura) sebagai pewarna alami pada dye sensitized solar cell / Abu Emir Habibulloh
Abstrak
Dye sensitized solar cell (DSSC) adalah sel surya generasi ke tiga yang memiliki material dasar nonsilikon. DSSC dengan pewarna anorganik memiliki efisiensi yang relatif tinggi namun penggunaan pewarna anorganik memiliki harga yang relatif mahal ketersediaan terbatas dan tidak ramah lingkungan. Daun kersen merupakan salah satu penghasil pewarna organik yang memiliki harga murah tersedia melimpah dan ramah lingkungan. Daun kersen diekstrak menggunakan 4 jenis pelarut yaitu aquades metanol etanol dan aseton. Ekstrak daun kersen diuji menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis untuk melihat nilai absorbansi cahaya spektroskopi fourier tranfrom infra red (FTIR) untuk melihat gugus fungsi hidroksil dan karbonil yang terdapat pada ekstrak yang berguna untuk mengikat pada material semikonduktor dan solar simulator untuk mengetahui nilai efisiensi DSSC. Hasil dari spektrofotometri UV-Vis yang menggunakan pelarut aquades 1 1463 metanol 2 7835 etanol 1 9969 aseton 3 5022. Gugus fungsi yang dihasilkan yaitu gugus O-H C-H Alkana C-O C C Alkena C-O Alkohol. Nilai efisiensi dari sampel yang menggunakan jenis pelarut ektrak aquades 0 0058% metanol 0 0329 etanol 0 0133% aseton 0 0439%. Aseton merupakan jenis pelarut yang baik untuk ektrak daun kersen ditandai dengan nilai absorbansi yang tinggi serta memiliki gugus fungsi hidroksil (O-H) dan karbonil (C-O) dengan nilai efisiensi tertinggi dibanding pelarut yang lain sebesar 0 0439%.