Skripsi
Pemodelan genangan tsunami menggunakan metode hloss di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang (studi kasus : tsunami Gunung Anak Krakatau tahun 2018) / Risky Rena Anggia Sari
Abstrak
Penelitian ini membahas penggunaan metode pemodelan genangan tsunami yang dikenal sebagai Hloss dalam konteks Tanjung Lesung. Data hasil survei lapangan pasca bencana pada 30 Desember 2018 dilakukan oleh Purna Sulastya Putra dan tim. Data tersebut mencatat tinggi gelombang tsunami berkisar 0 8 hingga 12 8 meter dan panjang genangan 40 hingga 155 meter. Data ini digunakan untuk validasi model genangan tsunami. Metode Hloss adalah metode pemodelan inundasi yang dikembangkan oleh Berryman pada tahun 2006 dengan mempertimbangkan ketinggian gelombang tsunami kekasaran permukaan dan kemiringan lereng. Metode ini memiliki keunggulan karena memungkinkan pemodelan dengan data parameter yang sederhana dan berbasis data yang tersedia serta menggunakan pendekatan spasial yang lebih mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan panjang genangan serta akurasi pemodelan. Hasil uji akurasi menggunakan persamaan RMSE dan MAPE menunjukkan nilai error sebesar 10.103 dan 11.35% secara berturut-turut. Hasil model menunjukkan sebaran genangan di wilayah utara lebih luas daripada wilayah pesisir bagian selatan Desa Tanjung Jaya. Perlu adanya pelestarian vegetasi pantai untuk mereduksi genangan terutama di wilayah dengan koefisien kekasaran yang rendah dan kelas lereng landai.