Disertasi
Penalaran analogi mahasiswa dalam membangun soal matematika / Mohammad Faizal Amir
Abstrak
Penalaran analogi memiliki posisi penting dalam membangun ide-ide matematis serta menghubungkan objek-objek dan pengalaman-pengalaman terkait. Membangun ide-ide matematis untuk menghasilkan suatu soal merupakan bagian dari aktivitas membangun soal. Membangun soal memiliki keutamaan bagi mahasiswa karena berorientasi untuk mendukung dan mempersiapkan guru di masa depan namun beberapa peneliti menemukan bahwa terdapat membangun soal yang tidak tepat oleh mahasiswa. Sementara fenomena penalaran analogi dalam membangun soal dapat diamati dari situasi terstruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri penalaran analogi mahasiswa dalam membangun soal matematika.Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan melibatkan 40 mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Jawa Timur. Mahasiswa yang terlibat berada pada semester II IV dan VI tahun ajaran 2022-2023. Instrumen penelitian meliputi peneliti sendiri tugas membangun soal dan pedoman wawancara. Sementara pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pemberian tugas membangun soal dan alat bantu untuk merekam aktivitas visual dan suara subjek selama wawancara. Analisis data dilakukan dengan pemadatan data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan dua kategori penalaran analogi yaitu penalaran analogi global dan lokal. Penalaran analogi global adalah penalaran analogi yang memuat analogi pada seluruh objek soal sumber untuk memunculkan objek-objek soal target sehingga menghasilkan soal analog tipe I. Soal analog tipe I adalah soal analog yang hanya memiliki penggantian bilangan atau informasi soal sumber. Penalaran analogi lokal adalah penalaran analogi yang memuat analogi pada sebagian objek soal sumber untuk memunculkan objek-objek soal target sehingga menghasilkan soal analog tipe II. Soal analog tipe II adalah soal analog yang tidak hanya memiliki penggantian bilangan atau informasi soal sumber namun juga memiliki pengurangan informasi yang tidak perlu.Penalaran analogi mahasiswa pada masing-masing kategori ditelusuri melalui komponen proses atau aktivitas retrieval structuring representation mapping application dan verification. Pada aktivitas retrieval semua mahasiswa pada kategori penalaran analogi global dan lokal mengawali pembangunan soal dengan mengidentifikasi hubungan antar objek-objek soal sumber untuk menentukan konsep yang melatari soal. Mahasiswa berkategori penalaran global dan lokal menyelesaikan soal sumber secara tepat. Selanjutnya mahasiswa menghasilkan ide untuk membangun soal target berdasarkan soal sumber atau pengalaman masing-masing. Pada aktivitas structuring mahasiswa berkategori global dan lokal memunculkan objek-objek soal target berdasarkan objek-objek soal sumber dan kesesuaian ide. Mahasiswa berkategori penalaran analogi global melakukan analogi pada seluruh objek soal sumber untuk memunculkan objek-objek soal target. Sementara mahasiswa berkategori penalaran analogi lokal melakukan analogi pada sebagian objek soal sumber. Pada aktivitas representation mahasiswa merangkai objek-objek untuk membangun soal target. Dalam hal ini mahasiswa berkategori penalaran analogi global dan lokal masing-masing menghasilkan soal analog tipe I dan tipe II. Berbeda dengan mahasiswa berkategori penalaran analogi global yang menyamakan urutan objek atau kalimat mahasiswa berkategori lokal memodifikasi urutan objek atau kalimat. Pada aktivitas mapping dan application mahasiswa berkategori penalaran analogi global dan lokal telah merencanakan membandingkan dan menerapkan cara penyelesaian yang sama dengan cara penyelesaian soal sumber. Pada aktivitas verification mahasiswa umumnya melakukan pemeriksaan soal target atau penyelesaian.