Skripsi
Pengendalian diri remaja pelaku kekerasan seksual di Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang / Khuli Wafda Salsabil
Abstrak
Kekerasan seksual merupakan tindak pidana tertinggi di Indonesia pada tahun 2022 yang mana pelakunya tidak hanya orang dewasa namun juga remaja. Seorang remaja yang memiliki pengendalian diri rendah cenderung lebih mungkin melakukan kekerasan seksual. Pengendalian diri pada remaja merupakan sebuah kemampuan yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman. Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada gambaran pengendalian diri remaja pelaku kekerasan seksual beserta faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Alat pengumpulan data adalah wawancara semi terstruktur kuesioner terbuka serta dokumen dengan teknik analisis data tematik. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga remaja pelaku kekerasan seksual di Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan kurang dapat mengendalikan dirinya namun sudah menunjukkan peningkatan ketika menjalani pembimbingan. Faktor yang memengaruhi pengendalian diri pada partisipan adalah usia religius dukungan keluarga pengaruh serta tekanan dari teman sebaya dan gaya pola asuh orang tua.