Tesis
Penalaran matematis siswa pada materi pola bilangan ditinjau dari gaya belajar / Rista Risqi Khoiriyah
Abstrak
Penalaran merupakan pondasi dari matematika. Berdasarkan OECD (2019) penalaran adalah salah satu kemampuan dasar matematika yang akan menjadi isu strategis di masa depan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa penalaran matematis siswa bermacam-macam. Mempelajari pola bilangan dapat memicu siswa untuk melakukan generalisasi aturan. Perbedaan gaya belajar memungkinkan bahwa setiap siswa memiliki perbedaan penalaran matematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi pola bilangan ditinjau dari gaya belajar. Kegunaan penelitian adalah memberikan gambaran yang komprehensif tentang penalaran matematis siswa dari perspektif gaya belajar. Subjek penelitian ini sebanyak enam siswa kelas XI IPA 2 MAN 1 Blitar yaitu dua siswa dengan gaya belajar visual dua siswa dengan gaya belajar auditori dan dua siswa dengan gaya belajar kinestetik. Teknik pengumpulan data di penelitian ini adalah angket tes dan wawancara. Soal yang diberikan sebanyak 1 soal. Peneliti menggunakan triangulasi teknik untuk memeriksa keabsahan data. Analisis data terdiri dari tiga kegiatan yaitu reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan.Indikator penalaran matematis yang digunakan adalah analisis membentuk dugaan dan generalisasi dan pembenaran dan argumen logis. Siswa bergaya belajar visual dapat menyelesaikan soal dengan baik dan menunjukkan semua indikator penalaran matematis. Siswa bergaya belajar visual melakukan analisis dengan menentukan apa yang diketahui di soal dan apa yang ditanyakan dan mengaitkan susunan bunga dengan pola bilangan segitiga. Siswa bergaya belajar visual membentuk dugaan dan generalisasi dengan mengalikan banyak bunga di setiap kelompok dengan rumus umum pola bilangan segitiga. Siswa bergaya belajar visual melakukan justifikasi dan berargumen logis dengan mensubstitusikan sebagian suku yang diketahui. Siswa bergaya belajar auditori dapat menyelesaikan soal dengan baik dan menunjukkan semua indikator penalaran matematis. Siswa bergaya belajar auditori melakukan analisis dengan menentukan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dan menentukan beda tetap antar suku. Siswa bergaya belajar auditori membentuk dugaan dan generalisasi dengan dengan menambahkan suku terakhir terhadap beda selanjutnya dan menggunakan rumus suku ke-n barisan aritmatika tingkat 2. Siswa bergaya belajar auditori melakukan justifikasi dan berargumen logis dengan memeriksa kembali langkah-langkah penyelesaian secara lisan. Siswa bergaya belajar kinestetik dapat menyelesaikan soal dengan baik dan menunjukkan semua indikator penalaran matematis. Siswa bergaya belajar kinestetik melakukan analisis dengan dengan menentukan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dan menentukan beda tetap antar suku. Siswa bergaya belajar kinestetik membentuk dugaan dan generalisasi dengan dengan menggunakan rumus (dari coba-coba) yang hasil substitusinya sesuai. Siswa bergaya belajar kinestetik melakukan justifikasi dan berargumen logis dengan menunjukkan hasil yang sama baik menggunakan rumus umum maupun beda antar suku.