Skripsi
Identifikasi kawasan tourism business district menggunakan kernel density : studi kasus pada Central Business District Kota Malang / Muhamad Faiz Mustafa Kamal
Abstrak
Tourism Business District (TBD) merupakan konsep yang digunakan untuk mengembangan wisata pada kawasan Central Business District (CBD) dengan menggabungkan komponen fungsi perkotaan daya tarik wisata (core attraction) dan pelayanandasar (essential service). Kawasan CBD Kota Malang memiliki daya tarik wisata seperti wisata belanja heritage rekreasi dan olahraga. Keberadaan daya tarik wisata perlu ditunjang dengan fasilitas lain agar dapat dijadikan sebagai kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ketersediaan komponen dan juga mengidentifikasi kawasan yang potensial untuk dijadikan sebagai TBD di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode Kernel Density untuk menganalisis ketersediaan komponen dan Overlay yang dibobotkan menggunakan AHP untuk mengidentifikasi kawasan potensial. Data yang digunakan terdiri dari titik koordinat komponen (primer) dan juga data tambahan yang menunjang penelitan meliputi RTRW RDTR dan dokumen lain(sekunder). Hasil identifikasi ketersediaan komponen TBD menunjukkan bahwa setiap komponen memiliki pola persebarannya masing-masing. Komponen daya tarik wisata akomodasi dan ATM cenderung memiliki ketersediaan tinggi pada pusat-pusat kegiatan sedangkan komponen fasilitas kesehatan dan jasa kuliner cenderung memiliki nilai ketersediaan yang merata. Hasil identifikasi kawasan potensial TBD menunjukan bahwa area yang berpotensi sangat tinggi terdiri dari beberapa zona yaitu Zona Alun-alun Kota Malang Zona Pasar Besar Kota Malang dan Zona Pertokoan Kayutangan sedangkan area yang berpotensi tinggi meliputi Zona Alun-alun Tugu Zona Kampung Tematik Zona Pasar Klojen Zona Komplek Stadion Gajayana dan Zona Jalan Besar Ijen. Zona dengan nilai potensi sedang berada di sekitar inti CBD namun ketersediaan komponen lebih rendah sedanglan zona lainnya dengan nilai potensi rendah berada pada area terluar dari CBD.