Skripsi
Studi tentang pengelolaan event Jember Fashion Carnaval pada sebelum, saat, dan setelah masa pandemi covid-19 / Sekar Mayang Wahyuning Ilham
Abstrak
Jember Fashion Carnaval merupakan parade karnaval fashion tahunan yang dilaksanakan dengan mengusung tema budaya Indonesia maupun negara lain mengangkat isu penting dunia dengan menampilkan kostum kreasi. Tahun 2020 dunia dilanda pandemi akibat virus covid-19 yang menyebabkan kelumpuhan pada aktivitas manusia. Pandemi covid-19 menjadi ancaman besar yang beresiko bagi JFC. Penyelenggaraan JFC bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah dan pola hidup baru yang harus menunda serta meniadakan suatu penyelenggaraan event. Pandemi covid-19 menimbulkan tantangan bagi penyelenggara untuk melanjutkan event di tengah kondisi yang tidak memungkinkan. Penundaan dan pembatalan tidak seharusnya menjadi sebuah jalan akhir terutama JFC berperan penting terhadap perkembangan perekonomian kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif jenis studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi pada penyelenggaraan JFC setelah pandemi wawancara dengan narasumber yaitu event director panitia atau volunteer peserta penonton dan staff Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dokumentasi dengan mengumpulkan informasi melalui berita artikel media elektronik gambar atau foto dari dokumen pribadi dan media sosial. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan merangkum data yang telah diperoleh melalui observasi wawancara dan dokumentasi dilanjutkan dengan menyajikan data dan membuat kesimpulan tentang pengelolaan event JFC terkait masa pandemi covid-19. Rencana pengujian keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Triangulasi yang digunakan yaitu sumber dan teknik dengan mengecek kembali data yang telah diperoleh dari berbagai narasumber. Selanjutnya triangulasi teknik dengan mengecek kembali data yang diperoleh melalui sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil penelitian pada aspek planning (1) Membatasi jumlah orang yang terlibat (2) Panitia yang tergabung adalah panitia yang sebelumnya tergabung pada kepanitiaan JFC (3) Menyediakan fasilitas dan peralatan kesehatan sesuai protokol kesehatan (4) tata letak panggung dan tribun berada di dalam ruangan (5) Panduan akses rute jalan tidak disampaikan secara terbuka. Aspek organizing memberikan prosedur kerja sesuai dengan pedoman penyelenggaraan event berlaku yang diputuskan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Aspek actuating (1) JFC dilaksanakan dengan konsep hybrid yaitu gabungan 2 metode offline yang dilakukan secara tertutup dan online untuk masyarakat umum (2) Durasi penyelenggaraan dipersingkat menjadi 2 hari (3) Masyarakat tidak dilibatkan secara langsung pada setiap rangkaian JFC. Aspek controlling (1) Melakukan peningkatan kontrol pada kebersihan lokasi alat penunjang penyelenggaraan dan kostum (2) Melakukan peningkatan kontrol kesehatan pada seluruh yang terlibat (3) Melakukan peningkatan kontrol keamanan apakah protokol kesehatan telah dilakukan dengan baik. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah (1) Bagi peneliti penelitian menjadi pengetahuan baru bagaimana mengelola event dalam situasi dan kondisi yang berbeda. (2) Bagi mahasiswa dapat menerapkan pengelolaan seperti yang dilakukan oleh penyelenggara JFC jika suatu saat menghadapi situasi serupa pada event-event yang digelar (3) Bagi universitas hasil penelitian diharapkan bermanfaat dalam menambah refrensi untuk penelitian selanjutnya dengan harap terdapat penelitian serupa menggunakan konsep yang berbeda lebih mengkaji cara mengadaptasikan JFC ketika berada di masa peralihan untuk mengungkapkan melalui sudut pandang baru. (4) Bagi masyarakat menjadi suatu wawasan baru tentang bagaimana perbedaan pengelolaan event dalam kondisi berbeda sehingga masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan aturan-aturan baru.