Tesis
Pengaruh strategi pembelajaran predict, observe, and explain (poe) disertai asesmen formatif terhadap miskonsepsi dan penguasaan konsep siswa SMA materi suhu dan kalor / Ahmad Ilmar
Abstrak
Miskonsepsi dan penguasaan konsep merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dan diperbaiki pada siswa. Miskonsepsi jika dibiarkan dapat menghambat penguasaan konsep siswa dan akhirnya menyebabkan kesalahan yang berulang. Miskonsepsi yang tinggi dan penguasaan konsep siswa yang cukup rendah terdeteksi pada materi suhu dan kalor. Untuk mengatasi hal tersebut guru harus menerapkan model pembelajaran yang lebih bervariasi serta proses pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Pembelajaran yang berpusat pada siswa lebih fokus ditempatkan pada siswa dalam membangun pemahaman konsep dari kegiatan observasi dan menjadikan siswa lebih aktif. Salah satu strategi pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan observasi yaitu strategi pembelajaran POE. POE dapat melibatkan siswa aktif didalamnya mendukung terjadinya perubahan konsep yang melibatkan siswa untuk memprediksi mengobservasi dan kemudian menjelaskan konsep yang diperoleh dalam pembelajaran. Namun pembelajaran POE tidak selalu mudah diterapkan siswa masih lemah dalam mengkomunikasikan hasil percobaannya. Oleh sebab itu diperlukan sebuah cara yang membantu siswa selama proses pembelajaran agar lebih percaya diri dan tidak merasa takut ketika diminta untuk berpendapat yaitu dengan asesmen formatif. Penggunaan pembelajaran POE disertai assesmen formatif nantinya mampu mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran fisika yaitu miskonsepsi dan penguasaan konsep pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran POE disertai assesmen formatif terhadap miskonsepsi dan penguasaan konsep siswa pada materi suhu dan kalor. Metode penelitian ini adalah Quasi-Experiment. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 94 siswa kelas XI salah satu sekolah di Sulawesi Selatan pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari satu kelas eksperimen dan dua kelas kontrol. Pada kelas eksperimen menggunakan pembelajaran POE disertai asesmen formatif kelas kontrol 1 menggunakan pembelajaran POE dan kelas kontrol 2 menggunakan pembelajaran discovery learning. Penelitian ini menggunakan soal instrument berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal dan diberikan kepada siswa di awal pertemuan sebagai pretest selanjutnya diakhir pertemuan sebagai posttest. Berdasarkan hasil analisis Kruskal Wallis diperoleh nilai signifikansi (p-value) sebesar 0 000 (p-value lt 0 05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan skor rata-rata miskonsepsi siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun skor rata-rata miskonsepsi pada kelas eksperimen sebesar 0 94% pada kelas kontrol 1 sebesar 1 94% dan pada kelas kontrol 2 sebesar 2 10%. Pada kelas eksperimen penurunan miskonsepsi siswa yang paling tinggi terjadi pada subtopik perpindahan kalor sebanyak 59 8% berada pada level Partial Understanding with a Specific Misconception Sedangkan penurunan miskonsepsi siswa paling sedikit terjadi pada subtopik pengaruh kalor terhadap suhu benda sebesar 34 3% berada pada Level Specific Misconception . Pada analisis penguasaan konsep diketahui bahwa ada perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun rata-rata nilai penguasaan konsep yakni 81 88% untuk kelas eksperimen (POE disertai assesmen formatif) 75 62% untuk kelas kontrol 1 (POE) dan 68 17% untuk kelas kontrol 2 (discovery learning). Strategi pembelajaran POE disertai assesmen formatif terbukti berpengaruh kuat dan sangat efektif dalam memperbaiki miskonsepsi dan penguasaan konsep siswa pada materi suhu dan kalor.