Skripsi
Studi parameter pengecoran cetakan pasir terhadap cacat shrinkage, cacat porositas dan cacat incomplete pada produk ring darbuka / Syah Rizal Muzaqqi
Abstrak
Dalam industri manufaktur terdapat beberapa teknologi untuk menghasilkan produk yang berkualitas salah satunya teknologi pengecoran. Pengecoran merupakan metode yang paling sering digunakan untuk membuat produk dengan bentuk komplek yang sebaliknya akan sulit atau tidak ekonomis jika dibuat dengan menggunakan metode lain. Pengecoran yang sering dijumpai adalah pengecoran dengan cetakan pasir (sand casting). Dibalik keunggulan proses sand casting yang dapat menghasilkan bentuk komplek juga memiliki kekurangan yang sering dijumpai yaitu cacat produk. Cacat produk dapat disebabkan karena kurang memperhatikan parameter sand casting. Berdasarkan hal tersebut peneliti memiliki tujuan untuk meminimalkan cacat yang terjadi dimana cacat produk yang terjadi meliputi cacat porositas cacat shrinkage dan cacat incomplete dengan cara mengoptimalkan parameter proses menggunakan metode taguchi. Parameter proses yang digunakan meliputi letak gating letak riser kondisi cetakan dan temperatur penuangan dengan masing-masing parameter terdiri dari 3 level. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menentukan desain of experiment (DoE) menggunakan fraksional faktorial L9 (34) dimana spesimen berupa ring darbuka dengan material paduan aluminium. Pengolahan data dilakukan dengan analysis of mean (ANOM) untuk mengetahui rata ndash rata pengaruh dari setiap parameter pada masing ndash masing level dan mendapatkan efek plot kemudian dilakukan perhitungan analysis of variance (ANOVA) untuk mengetahui besar kontribusi setiap parameter terhadap cacat. Rasio S/N yang digunakan untuk menentukan parameter yang menghasilkan cacat minimal yaitu smaller the better (STB). Penelitian dilakukan di home industry Desa Mayangan Kota Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi parameter optimal yang menghasilkan cacat shrinkage porositas dan incomplete minimal yaitu pada parameter letak gating level 2 letak riser level 1 kondisi cetakan level 2 dan temperatur level 3. Besar kontribusi masing-masing parameter yaitu untuk shrinkage pertama kondisi cetakan sebesar 20 51% kedua letak riser 17 23% ketiga temperatur 7 65% dan terakhir letak gating 2 11% untuk porositas yaitu pertama letak riser sebesar 12 49% kedua letak gating 5 36% ketiga temperatur 4 48% dan terakhir kondisi cetakan dengan 0 25% sedangkan untuk incomplete kontribusi yaitu pertama letak gating sebesar 23 54% kedua temperatur 6 56% ketiga kondisi cetakan sebesar 3 33% dan terakhir letak riser dengan besar 2 69%. Hasil perbandingan sebelum dan setelah dilakukan optimasi yaitu terjadi peningkatan sebesar 0 77 dimana sebelumnya sebesar 1 30 menjadi 2 07 berdasarkan data yang telah dinormalisasi.