Skripsi
Relevansi kompetensi siswa prakerin SMK Negeri 3 Malang program tata busana dengan kompetensi yang dibutuhkan butik Kota Malang berdasarkan SKKNI / Firdausi Nuzulah
Abstrak
Pendidikan kejuruan memiliki banyak bidang kompetensi yang diharapkan dapat menjadikan siswa siap bekerja setelah menempuh pendidikan disini. Salah satu bidang yang terdapat pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah bidang keahlian Tata Busana. Tetapi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai ada anomali terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia lantaran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih banyak menganggur dibanding Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini tidak selaras dengan visi dan misi dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diharapkan bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena dibekali keterampilan dan kompetensi yang mumpuni dibandingkan Sekolah Menengah Atas (SMK). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan adanya masalah dalam pendidikan khususnya pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Adapun upaya peningkatan kualitas SMK telah tertuang dalam Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu dalam pendidikan di SMK diadakan program kegiatan Prakerin (Praktek Kerja Industri) yang dilaksanakan peserta didik dikelas XI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang dicapai siswa dalam pelaksanaan prakerin di Industri butik berdasarkan SKKNI. Sehingga siswa mengetahui sejauh mana kompetensi yang didapat disekolah dan diterapkan sewaktu prakerin di Industri butik serta mendapatkan bekal untuk menghadapi kompetensi dalam memasuki Industri butik dan bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari siswa prakerin SMK Negeri 3 Malang kelas XI Tata Busana yang berjumlah 26 siswa dan industri butik tempat siswa prakerin yang berjumlah 9 butik sehingga disebut penelitian populasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan teknik pengumpulan data berupa angket interview dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merupakan analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relevansi kompetensi siswa prakerin SMK berada pada kategori sangat relevan yaitu 85% sedangkan relevansi kompetensi yang dibutuhkan industri butik berada pada kategori sangat relevan yaitu 82%. Pada kompetensi siswa prakerin SMK Negeri 3 Malang berdasarkan SKKNI terdapat lima indikator antara lain custome made teknologi menjahit dasar desain pembuatan pola dan pembuatan hiasan. Kelima indikator tersebut diketahui bahwa 50% siswa prakerin dapat dikategorikan sering melakukan pembelajaran yang sesuai dengan SKKNI. Pada kompetensi butik di Kota Malang berdasarkan SKKNI terdapat lima indikator antara lain custome mode teknologi menjahit dasar desain pembuatan pola dan pembuatan haisan. Kelima indikator tersebut diketahui bahwa 81% butuh dapat dikategorikan sangat sering melakukan pekerjaan yang sesuai dengan SKKNI. Berdasarkan hasil tersebut saran yang dapat diberikan adalah 1) Bagi siswa diharapkan untuk bersungguh-sungguh dalam proses pembelajaran memperbanyak pengetahuan melatih keterampilan serta selalu disiplin dalam mengerjakan segala sesuatu agar nantinya ketika pelaksanaan prakerin siswa tidak merasa canggung lagi dan siap dengan kegiatan didalamnya 2) Bagi sekolah hendaknya efektifitas dari setiap kompetensi yang diajarkan senantiasa ditingkatkan agar memberi penguatan keterampilan pada siswa SMK 3) Bagi pihak industri diharapkan untuk bekerja sama dengan pihak SMK sehingga kompetensi yang diajarkan mempunyai manfaat yang nyata dalam dunia kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran pada tingkat pendidikan SMK.