Tesis
Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan motivasi belajar IPA siswa Kelas iv SDN di Kabupaten Hulu Sungai Utara / Rahmatullah
Abstrak
Pembelajaran IPA pada hakikatnya secara umum menjelaskan penguasaan dan kemampuan literasi pada siswa untuk membantu memahami sains dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan siswa pada kegiatan pembelajaran. Ketidaksesuaian antara tujuan pada kurikulum IPA dan hakikat dari pembelajaran IPA dengan cara penyampaian materi IPA pada kegiatan pembelajaran akan berdampak kepada pemahaman konsep IPA oleh siswa. Penerapan kegiatan pembelajaran yang inovatif dengan kegiatan yang berpusat kepada siswa dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna salah satunya yaitu model pembelajaran inkuiri terbimbing. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) adakah perbedaan hasil belajar kognitif IPA antara siswa kelas kontrol dan eksperimen 2) adakah perbedaan hasil belajar kognitif IPA antara siswa berkemampuan awal tinggi dan siswa berkemampuan awal rendah 3) adakah interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan kemampuan awal terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa 4) adakah perbedaan motivasi belajar IPA antara siswa kelas kontrol dan eksperimen 5) adakah perbedaan motivasi belajar IPA antara siswa berkemampuan awal tinggi dengan siswa berkemampuan awal rendah 6) adakah interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan kemampuan awal terhadap motivasi belajar IPA siswa Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperiment menggunakan rancangan eksperimental pretest-posttest control group design. Pemilihan rancangan tersebut bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar kognitif IPA dan motivasi belajar IPA pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pada kelas kontrol. Penelitian ini akan dilakukan pada dua (kelompok) kelas yang ditetapkan sebagai subyek penelitian yaitu pada siswa kelas IV di SDN Pasar Senin 1 dan SDN Pasar Senin 2 di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang signifikan pada siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen 2) kemampuan awal siswa tidak mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa 3) interaksi antara kemampuan awal dengan perlakuan mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa 4) terdapat perbedaan motivasi belajar IPA siswa yang signifikan pada siswa kelas kontrol dan eksperimen 5) kemampuan awal tidak mempengaruhi motivasi belajar IPA siswa dan 6) interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan kemampuan awal tidak mempengaruhi motivasi belajar IPA siswa. Hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri memberikan manfaat yang positif bagi peningkatan hasil belajar kognitif siswa serta motivasi belajar IPA siswa