Skripsi
Kondisi dan pengendalian kebisingan Puskesmas Dampit ditinjau terhadap standar baku mutu tingkat kebisingan puskesmas / Elina Indra Rahmawati
Abstrak
Tingkat kebisingan yang melampaui standar kebisingan berkontribusi terhadap stres mengurangi kecepatan penyembuhan pasien dan berakibat dalam kelelahan staf fasilitas kesehatan. Suara bising pada ruang tersebut dapat berasal dari suara telepon suara staf suara kaki berjalan suara teman sekamar aktivitas lalu lintas kendaraan di jalan raya yang berdekatan dengan lingkungan Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kebisingan yang terjadi di Puskesmas Dampit dan mendeskripsikan pengendalian kebisingan di Puskesmas Dampit. Kategori penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat dan pengendalian kebisingan di Puskesmas Dampit. Tahapan penelitian ini antara lain studi literatur terkait permasalahan pengumpulan data primer berupa tingkat kebisingan di Puskesmas Dampit. Pengukuran kebisingan dilakukan dengan menggunakan alat sound level meter (SLM) untuk kemudian dibandingkan dengan standar kebisingan pada fasilitas kesehatan dengan merujuk Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (1996). dan dilanjutkan dengan analisis tingkat kebisingan dan pengendalian kebisingan tersebut. Hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitu tingkat kebisingan yang terukur di dalam Puskesmas Dampit menunjukkan intensitas bising sebesar 59.54 dBA ndash 72 70 dBA dengan sumber bising berasal dari jalan raya ruang rekam medik dan loket kantor lurah Dampit dan gang kecil di sebelah puskesmas. Intensitas kebisingan tersebut melebihi baku mutu kebisingan maksimum untuk bangunan rumah sakit atau puskesmas yang diregulasi pada Permenkes No. 7 Tahun 2019 sehingga dinilai dapat menimbulkan gangguan ataupun ketidaknyamanan terhadap tenaga medis maupun pasien yang sedang dirawat. Pengendalian kebisingan yang dipilih untuk Puskesmas dampit adalah penambahan Bangunan Peredam Bising (BPB) yang diletakkan di depan bangunan puskesmas dan juga difungsikan sebagai pagar karena keterbatasan lahan puskesmas. Menggunakan perhitungan metode Maekawa maka bentuk BPB dengan tinggi 2 75 m dan tebal minimum 10 cm dapat memberikan reduksi kebisingan sebesar 17 dBA.