Skripsi
Strategi pembentukan karakter religius peserta didik dalam mewujudkan kecerdasan dan kesalehan (studi kasus di SD Muhammadiyah 9 Malang) / Dwi Arifianti Safitri
Abstrak
Sekolah sebagai lembaga pendidikan bertujuan untuk mencapai kompetensi pengetahuan keterampilan dan sikap peserta didik. Untuk mewujudkan hal tersebut sekolah perlu menyelenggarakan pendidikan yang bukan hanya berorientasi pada kecerdasan saja namun juga diimbangi dengan perubahan sikap dan karakter peserta didik menjadi lebih baik dan menunjukkan diri sebagai generasi yang terpelajar. Oleh karena itu program-program yang dijalankan oleh sekolah harus ditujukan untuk meningkatkan kecerdasan dan membentuk karakter peserta didik yang baik sesuai dengan visi misi oleh sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan mencapai kompetensi peserta didik secara maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan mengenai (1) jenis-jenis karakter religius peserta yang dibentuk (2) jenis-jenis kecerdasan peserta didik yang dibentuk sekoah (3) jenis-jenis kesalehan peserta didik yang dibentuk melalui program sekolah (4) strategi sekolah dalam membentuk peserta didik menjadi berkarakter religius (5) strategi sekolah dalam mewujudkan kecerdasan dan kesalehan peserta didik. SD Muhammadiyah 9 sebagai lembaga pendidikan berbasis agama Islam dan Muhammadiyah memiliki program-program yang ditujukan untuk membentuk peserta didik menjadi unggul dalam prestasi cakap berkreasi dan berkepribadian Islami sesuai dengan visi yang dimiliki oleh sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti menggunakan pendekatan ini karena ingin mengamati serta menggali informasi yang mendalam mengenai kegiatan keagamaan di sekolah guna mewujudkan kecerdasan dan kesalehan peserta didik. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara terstruktur dengan kepala sekolah penanggungjawab bidang keagamaan guru pendidikan agama dan koordinator pengajar tilawati di SD Muhammadiyah 9 kemudian dilakukan juga observasi dan dokumentasi untuk memperkuat argumen dari informan wawancara mengenai kegiatan pendidikan karakter religius yang dilaksanakan di sekolah. Dari data yang sudah dikumpulkan kemudian peneliti melakukan kondensasi penyajian dan penarikan kesimpulan mengenai manajemen pendidikan karakter religius peserta didik dalam mewujudkan kecerdasan dan kesalehan di SD Muhammadiyah 9. Pendidikan karakter di sekolah sangat penting dilakukan agar peserta didik dapat berperilaku baik dan mencerminkan generasi bangsa yang berpendidikan dan berpengetahuan luas. Berdasarkan paparan data dan temuan yang diperoleh peneliti hasil penelitian menunjukkan SD Muhammadiyah 9 bertujuan untuk membentuk lulusan peserta didik yang pandai taat akan agamanya baik itu ketaatan sholatnya kelancaran mengaji dan hafalan perilaku serta kegiatan sosialnya. Visi yang ingin dicapai oleh sekolah di jalankan melalui program-program yang sudah disusun baik itu melalui pembelajaran maupun bersifat pembinaan khususnya dalam hal keagamaan. Dikarenakan SD Muhammadiyah 9 adalah lembaga pendidikan berbasis keagamaan dan Muhammadiyah maka seluruh program yang dijalankan mengarah pada ISMUBA (KeIslaman Muhammadiyah dan Bahasa Arab). Kemudian pelaksanaannya diturunkan pada kegiatan pembiasaan sholat berjamaah mengaji pembinaan adab dan akhlak. Kemudian sekolah juga melatih kedisiplinan serta tanggungjawab peserta didik dalam menjalankan ibadah yang nantinya akan dilaporkan melalui buku monitoring ibadah peserta didik yang setiap hari harus dikumpulkan. Sekolah banyak bekerjasama dengan pihak luar untuk mendukung terlaksananya program-program sekolah dengan hasil yang maksimal. Diantaranya yaitu kerjasama dengan Tim Tilawati Kota Malang pembina Hizbul Wathan dari Universitas Muhammadiyah Malang perpustakaan kota Malang Rumah Belajar Aqil dan panti-panti yang setiap dua pekan sekali dikunjungi oleh peserta didik secara bergantian untuk melatih jiwa sosial dan kepedulian peserta didik pada lingkungan disekitarnya. Sekolah memberikan pembinaan secara rutin pada peserta didik pada saat pelaksanaan upacara dan juga ketika jam pembelajaran di kelas berlangsung. Guru memberikan contoh mengenai sikap dan perilaku baik yang harus dilakukan sebagai peserta didik yang saleh. Pada saat praktek keagamaan guru juga memberikan pendampingan pada peserta didik kelas bawah mulai dari pembinaan berwudhu yang benar tata cara sholat yang baik dan pembacaan doa. Adanya 2 guru dalam 1 kelas sangat membantu dalam hal pengawasan peserta didik sehingga ketika ada peserta didik yang kesulitan bisa segera diberikan arahan. SD Muhammadiyah 9 mengapreasi peserta didik yang mampu mencapai target hafalan dengan mengadakan wisuda tahfidz dan membuat banner prestasi untuk peserta didik. Saran dari peneliti yaitu kepada Kepada Kepala SD Muhammadiyah 9 untuk memaksimalkan potensi yang sudah dimiliki sekolah dengan bersama-sama membangun citra lembaga pendidikan yang berprestasi cakap berkreasi dan mampu menciptakan peserta didik yang berkepribadian Islami bersama dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang kompeten. Kepada guru diharapkan dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah dengan baik ikut serta dalam upaya membimbing dan memberikan contoh yang baik kepada peserta didik baik dalam hal pengajaran maupun tingkah laku yang baik. Kemudian selalu memberikan motivasi pada peserta didik untuk terus berkembang secara akademik dan non akademik dalam membentuk karakter religius peserta didik guna mewujudkan kecerdasan dan kesalehan di satuan pendidikan khususnya jenjang pendidikan dasar. Kepada peneliti lain penelitian ini dapat digunakan untuk karya tulis lain dengan tema yang yang relevan dan membahas lebih rinci mengenai manajemen sekolah dalam menerapkan pendidikan karakter di sekolah dan faktor-faktor yang mempengaruhi karakter peserta didik di sekolah dasar.