Tesis
Pengaruh model socio-scientific inquiry-based learning (SSIBL) dalam pembelajaran biologi terhadap penalaran dan pengambilan keputusan sosiosains siswa Madrasah Aliyah (MA) Negeri 2 Kota Bima / Maryam
Abstrak
Isu sosiosains merupakan masalah terbuka dan kompleks yang menyematkan konten dan praktik sains ke dalam isu sosial yang terjadi. Penggunaan isu sosiosains sebagai konteks dalam pendidikan di sekolah sangat penting karena pendidikan perlu mencakup pembelajaran interdisipliner dan pembelajaran holistik. Ketika dihadapkan dengan isu sosiosains siswa membutuhkan kemampuan penalaran dan pengambilan keputusan sosiosains. Proses penalaran dan pengambilan keputusan melibatkan kemampuan dalam mempertimbangkan nilai (value judgement). Ketika dihadapkan dengan isu sosiosains maka siswa perlu mempertimbangkan nilai secara personal sosial dan budaya serta sains. Nilai sosial dan budaya yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari yakni keluarga dan masyarakat sedangkan nilai sains diperoleh dari proses inkuiri. Pembelajaran biologi yang diterapkan di MAN 2 Kota Bima telah mengintegrasikan isu sosiosains namun belum mempertimbangkan nilai sosial budaya maupun etika oleh karena itu dibutuhkan sebuah pedoman yang dapat membantu guru untuk menerapkan pendekatan inkuiri dan konteks isu sosiosains dalam pembelajaran. Model pembelajaran Socio-Scientific Inquiry-Based Learning (SSIBL) mengintegrasikan SSI dengan inkuiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan tingkat kemampuan penalaran dan pengambilan keputusan sosiosains siswa yang diajarkan melalui pembelajaran SSIBL. Model SSIBL adalah model pembelajaran berbasis inkuiri yang menempatkan isu sosiosains sebagai konteks pembelajaran yang perlu untuk diperdebatkan dan ditemukan solusinya melalui serangkaian proses inkuiri. Isu sosiosains yang dibahas dalam penelitian ini berkaitan dengan materi Sistem Sirkulasi dan Sistem Pencernaan yaitu isu tren merokok di kalangan remaja stunting jajanan viral penyebab keracunan makanan serta xenotransplantasi jantung babi ke manusia. Melalu pembelajaran SSIBL dengan isu tersebut siswa dapat mempelajari inovasi sains yang berkaitan dengan sistem sirkulasi dan sistem pencernaan manusia serta kontroversi yang ditimbulkannya di bidang sosial budaya ekonomi dan etika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain non-equivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di MAN 2 Kota Bima dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas XI IPA sebanyak 7 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang sebelumnya telah dilakukan uji kesetaraan. Sampel yang digunakan sebanyak 4 kelas yaitu kelas XI IPA 3 dan XI IPA 4 sebagai kelas kontrol serta kelas XI IPA 5 dan XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen. Kelas eksperimen diberi perlakuan model SSIBL sementara kelas kontrol pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing sesuai dengan model pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru. Pembelajaran dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan masing-masing 4 kali pertemuan untuk materi Sistem Sirkulasi dan Sistem Pencernaan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes penalaran dan pengambilan keputusan sosiosains melalui pretest dan posttest. Tes penalaran sosiosains berupa soal two-tiered questions dan rubrik penskorannya diadaptasi dan berpedoman pada Romine Sadler amp Kinslow (2017). Tes pengambilan keputusan sosiosains berupa soal essai yang diadaptasi dari Eggert amp B ouml geholz (2010) Eggert Ostermeyer Hasselhorn amp B ouml geholz (2013) Sakschewski Eggert Schneider amp B ouml geholz (2014). Penskoran keterampilan pengambilan keputusan sosiosains berpedoman pada rubrik penilaian pengambilan keputusan sosiosains oleh Zhang amp Hsu (2021). Data dianalisis dengan uji anakova. Hasil penelitian ini adalah 1) Penerapan model SSIBL dalam pembelajaran biologi berpengaruh terhadap penalaran sosiosains siswa kelas XI. Indikator penalaran sosiosains yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah kemampuan siswa untuk mengenali kompleksitas isu sosiosains kemudian diikuti oleh kemampuan siswa dalam menganalisis isu sosiosains dari berbagai perspektif mengidentifikasi informasi yang kurang dan melakukan inkuiri serta menunjukkan sikap skeptis ketika memproses dan menganalisis informasi. 2) Penerapan model SSIBL dalam pembelajaran biologi berpengaruh terhadap pengambilan keputusan sosiosains siswa kelas XI. Indikator pengambilan keputusan sosiosains yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah menggunakan strategi kompensasi untuk mempertimbangkan setiap opsi kemudian diikuti oleh mengkritisi keputusan kelompok lain dari berbagai aspek membuat pilihan dengan pertimbangan dari berbagai aspek dan mengumpulkan dan mengenali pro kontra setiap opsi.