Skripsi
Pemaafan suami terhadap perselingkuhan istri / Nur Lia Kristianti
Abstrak
Ketidaksetiaan merupakan salah satu konflik terbesar dalam pernikahan yang dapat merusak kepercayaan dan kesetiaan pasangan suami dan istri. Perselingkuhan dapat diartikan sebagai perbuatan menyakiti mengkhianati serta melanggar kesepakatan di luar komitmen pernikahan. Selingkuh mengandung makna ketidakjujuran ketidakpercayaan tidak saling menghargai dan ketakutan dengan maksud menikmati hubungan dengan orang lain sehingga terpenuhi kebutuhan afeksi maupun seksualitasnya meskipun tidak harus tejadi hubungan sebadan. Proses pemaafan sulit dilakukan oleh satu pihak dan tidak bisa dilakukan tanpa adanya intensi karena proses memaafkan membutuhkan kedua belah pihak untuk aktif meminta maaf dan tidak sekedar memberi maaf lalu komunikasi terhenti sampai disitu. Perilaku memaafkan merupakan suatu momentum awal untuk melangkah lebih jauh ke masa depan secara bersama-sama. Pasangan suami istri yang memiliki sikap pemaaf kemungkinan besar akan mempertahankan keutuhan keluarganya. Mereka menyadari bahwa manusia mudah melakukan kesalahan. Apabila diketahui bahwa salah satu pasangan melakukan kesalahan pihak yang lain berusaha dengan kuat untuk memaafkan pihak yang salah. Pemaafan merupakan proses perubahan tiga dorongan dalam diri individu terhadap transgressor. Tiga dorongan tersebut adalah avoidance motivations revenge motivations dan benevolence motivations yang selanjutnya juga menjadi dimensi forgiveness. beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pemaafkan adalah Kualitas hubungan dengan pelaku Religiusitas.