Skripsi
Upaya peningkatan kompetensi parenting orang tua dalam mendampingi anak / Ayu Lestari
Abstrak
Parenting skill atau keterampilan pengasuhan adalah suatu interaksi antara orang tua dengan anak dan bagaiamana cara mengasuh anak. Parenting tidak hanya kegiatan satu belah pihak saja namun seperti dari orang tua kepada anak untuk mengasuh melindungi mengayomi mendidik atau membesarkan anak melainkan juga interaksi yang optimal antara keduanya yaitu orang tua dan anak. Parenting skill dalam penelitian ini merujuk pada kompetensi parenting yang dilakukan oleh orang tua pada anak yang menerapkan homeschooling tunggal. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan secara mendalam tentang kompetensi parenting orang tua dalam pendampingan homeschooling tunggal (2) menjelaskan secara mendalam tentang tahapan parenting orang tua dalam proses homeschooling tunggal dan (3) menjelaskan secara mendalam mengenai hambatan dan upaya orang tua dalam menyelesaikan hambatan tersebut dalam proses pembelajaran homeschooling tunggal. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan pada rumah ndash rumah keluarga yang akan dipilih sebagai informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber dan waktu. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu kompetensi parenting orang tua dalam homeschooling tunggal adalah kompetensi komunikasi spiritual dan sosial yang diimplementasikan dalam pendampingan belajar anak homeschooling tunggal. Tahapan parenting orang tua dalam penelitian ini dibagi dalam tiga tahap yakni persiapan pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap persiapan proses parenting yang dilaksanakan adalah menyiapkan sarana mental anak kurikulum dan metode yang digunakan dalam belajar. Proses pelaksanaan orang tua berperan dalam mendampingi aktivitas homeschooling anak menentikan jadwal dan pemberian aktivitas langsung. Tahap terakhir adalah evaluasi atau penilaian pembelajaran. Evaluasi ini dilakukan orang tua secara mandiri dan lembaga. Hambatan yang di dapat oleh orang tua dalam penelitian ini juga terdapat pada anak yang malas Upaya yang dilakukan orang tua dalam mengatasi hambatan dikatakan berhasil karena anak dapat kembali semangat dalam belajar. Hambatan lain terdapat pada lembaga kurang komunikasinya keluarga dengan pihak lembaga terkadang menimbulkan persepsi yang berbeda. Untuk itu pihak keluarga diwajibkan untuk selalu follow up terkait kebingungan yang dialaminya saat pembelajaran berlangsung.