Skripsi
Pengembangan media mobile learning berbasis problem based learning untuk meningkatkan minat belajar desain grafis percetakan pada tingkat SMK / Aimmatul Azizah
Abstrak
Kegiatan pembelajaran yang mengandalkan guru sebagai sumber informasi dalam proses pembelajaran sering kali membuat peserta didik kesulitan dalam memahami materi pelajaran sehingga perlu bantuan media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan materi agar peserta didik lebih mudah memahami dan membangkitkan minat dalam mempelajari materi pelajaran. Dimana media pembelajaran sendiri merupakan faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran karena membantu menyampaikan informasi dari guru kepada siswa ataupun sebaliknya. Dengan begitu perlu adanya pengembangan media mobile learning sehingga peserta didik dapat mempelajarinya dengan mudah dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja nantinya dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran membantu siswa belajar mandiri dan menambah minat belajar siswa. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan serta mendeskripsikan tingkat minat belajar siswa ketika menggunakan media pembelajaran berbentuk mobile. Pada media pembelajaran ini disusun sesuai dengan tahapan model pembelajaran problem based learning yang berisikan tiga cakupan materi yaitu gambar vektor. Metode yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis mobile ini adalah model Four-D yang memiliki empat tahapan pengembangan yaitu Define (Pendefinisian) Desaign (Perancangan) Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Validasi kelayakan media dilakukan dengan uji coba perorangan oleh ahli media dan ahli materi dan uji coba langsung dilakukan oleh siswa jurusan Multimedia di SMK Multimedia Tumpang yang sedang atau sudah menempuh mata pelajaran Desain Grafis Percetakan. Hasil uji validasi oleh ahli media didapatkan validitas sebesar 88 5% validasi oleh ahli materi mendapat validitas sebesar 92 5%. Pada tahap uji coba langsung mendapatkan hasil dengan validitas responden sebesar 85 9%. Berdasarkan penilaian dari para ahli dan responden masuk kriteria ldquo Sangat Valid rdquo . Kemudian untuk minat belajar peserta didik pada uji coba mendapatkan hasil persentase responden sebesar 87 4% termasuk kriteria rdquo Minat Tinggi rdquo . Berdasarkan hasil dari uji kelayakan media pembelajaran dikatakan layak untuk digunakan dan minat belajar meningkat setelah menggunakan media belajar tersebut.