Skripsi
Pengaruh model pembelajaran probing prompting terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas x TJKT pada materi sistem komputasi di SMK Negeri 1 Bintan Utara / Dewi Sholehah
Abstrak
Probing Prompting memberikan kebebasan untuk mengambil inisiatif terhadap pembelajaran yang diinginkan. Pebelajar diberikan otonomi dalam mengembangkan pembelajarannya sehingga pembelajaran menjadi berpusat kepada siswa (student centered). Dari hasil belajar siswa juga didapatkan nilai rata-rata siswa kelas X TJKT adalah 58-75. Berdasarkan KKM (75) yang telah ditentukan 50 % siswa tidak lulus pada materi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dan melihat adanya pengaruh dengan model pembelajaran Probing Prompting terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X TJKT pada materi sistem komputasi di SMK Negeri 1 Bintan Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini metode eksperimen yang digunakan Pre-Experimental Design (nondesign) dan desain yang digunakan pada penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel keaktifan yaitu lembar observasi dan untuk mengukur variabel hasil belajar yaitu dengan soal tes. Dalam penelitian ini jumlah populasi adalah 36 orang dimana populasi yaitu kelas X TJKT. Teknik analisis data akan dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS 26 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata hasil keaktifan sebesar 84 17 dan rata-rata hasil belajar sebesar 85 44 dengan kategori tinggi. Perhitungan pada uji hipotesis dengan menggunakan Paired Sample T Test yang dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 26 for windows menunjukkan hasil yang signifikansi kurang dari 0 05. Yang berarti adanya pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting terhadap Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa kelas X TJKT pada materi Sistem Komputasi di SMK Negeri 1 Bintan Utara. Kesimpulan dalam penelitian ini ditemukan bahwa implementasi model pembelajaran Probing Prompting dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design yaitu sebelum diberi perlakuan (pretetst) sebagai kemampuan awal siswa pada materi sistem komputasi dan sesudah diberi pelakuan (posttest) terdapat peningkatan terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Dengan itu adanya pengaruh yang signifikan dengan menggunakan model pembelajaran Probing Prompting terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa.