Skripsi
Kajian perbedaan kuat tekan beton memadat sendiri menggunakan semen pcc biasa dan beton menggunakan semen pcc berteknologi nano / Achmad Faisal
Abstrak
Dari pengamatan diberbagai lokasi proyek konstruksi pekerjaan beton cor ditempat (in-situ concreting) seringkali ditemukan hasil pekerjaan beton yang kurang baik sebagai akibat dari kelecakan yang kurang sempurna karena kesulitan untuk menjangkau bagian-bagian yang sempit. Kelecakan yang kurang sempurna pada beton berpotensi menimbulkan rongga atau pori-pori yang dapat mengurangi kekuatan beton dan akan berdampak pada mutu beton yang buruk. Self Compacting Concrete (SCC) adalah beton yang mampu memadat di bawah beratnya sendiri sedangkan dari segi kualitas SCC mempunyai banyak keunggulan dibanding beton konvensional yaitu workability dan flowability yang tinggi homogenitas beton yang baik memiliki tingkat durabilitas yang tinggi dan mampu mengurangi permeabilitas. Semen adalah salah satu material utama penyusun beton. Nanoteknologi merupakan rekayasa ukuran material pada skala sepermiliyar meter (10-9m). Tingkat kehalusan semen mempengaruhi kekuatan dan waktu ikat awal semen. Berbagai macam merk semen dipasaran salah satunya yaitu SCG. SCG merupakan perusahaan semen dari Thailand yang mengeluarkan produk SCG Super Semen dimana SCG Super semen ini merupakan produk semen yang terdapat kandungan nano teknologi pertama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan sifat mekanik (kuat tekan kuat tarik belah dan modulus elastisitas) beton SCC dengan menggunkan semen teknologi nano dan beton SCC dengan semen PCC biasa. Dalam penelitian ini didapatkan data yang berupa data kuantitatif serta kualitatif dan dapat menggunakan teknik analisis data berupa Uji Two - Way Anova dengan menggunakan excel dan dijelaskan secara kualitatif. Benda uji pada penelitian ini menggunakan beton silinder berukuran 10 cm x 20 cm. Pada penelitian ini kuat tekan rencana sebesar 30 MPa. Presentase perbandingan kuat tekan beton setiap varian semen terhadap semen Tiga Roda. Untuk semen A (Dynamix Serba Guna) 11.71 % lebih kecil daripada semen B (Tiga Roda) semen C (Tonasa PCC) memiliki perbandingan 18.48 % lebih kecil kuat tekan daripada semen B (Tiga Roda) sedangkan untuk semen D (SCG Teknologi Nano) memiliki nilai 17.22 % lebih besar kuat tekannya dibanding dengan semen B (Tiga Roda). Dari hasil kuat tekan yang didapat dari perhitungan menggunakan One-Way Anova adanya perbedaan secara signifikan yang terjadi pada beton umur 7 14 dan 28 hari dengan menggunakan semen Dynamix Serba Guna semen Tiga Roda semen Tonasa PCC dan semen SCG Teknologi Nano. Adanya perbedaan kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton pada umur 28 hari secara signifikan dengan menggunakan semen Dynamix Serba Guna semen Tiga Roda semen Tonasa PCC dan semen SCG Teknologi Nano.