Tesis
Level berpikir geometri mahasiswa berdasarkan teori van hiele ditinjau dari gaya kognitif / Aini Renanda
Abstrak
Pembelajaran geometri merupakan salah satu bagian dari pembelajaran matematika yang bertujuan agar mahasiswa dapat memecahkan masalah dengan baik serta mampu berkomunikasi serta bernalar secara matematik. Mahasiswa pendidikan khususnya sebagai calon guru yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dituntut untuk berada di level tertinggi dalam belajar geometri. Akan tetapi fakta dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa level berpikir geometri mahasiswa masih berada di level rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level berpikir geometri mahasiswa berdasarkan teori Van Hiele ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah GEFT untuk mengetahui gaya kognitif mahasiswa serta tes geometri dan pedoman wawancara untuk mengetahui level berpikir geometri. Subjek penelitian diambil dan ditentukan berdasarkan hasil GEFT mahasiswa kelas TMT 2A dan TMT 2B UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan rincian diambil tiga subjek field independent dan tiga subjek field dependent. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level berpikir geometri mahasiswa field independent berada pada level yang hampir sama dengan mahasiswa field dependent. Keduanya berada di level 2 hingga level 3. Hal ini berarti bahwa mahasiswa memahami hubungan atau keterkaitan suatu bangun dengan bangun lainnya serta menggunakan penalaran singkat atau membuat deduksi secara informal. Sedangkan level 3 mampu membuat deduksi dan menjelaskannya secara formal. Hal yang ditemukan pada deskripsi level 1 keduanya hampir sama namun ada perbedaan. Pada level analysis terdapat subjek field independent yang memahami jika mengetahui sifat-sifat belah ketupat maka memiliki dasar pemahaman bahwa segitiga sama kaki adalah setengah bagian dari belah ketupat. Untuk persamaan mahasiswa field independent dan field dependent pada level 1 keduanya sama-sama belum mengetahui secara detail sifat-sifat yang menjadi syarat cukup dari bangun datar belah ketupat.