Skripsi
Antioksidan dan toksisitas ekstrak daun jarak merah (Jatropha Gossypiifolia) dalam pelarut etanol-air / Yuanita Ardiyanti
Abstrak
Jarak merah (Jatropha gossypiifolia) banyak tumbuh di Indonesia. Daunnya digunakan untuk mengobati luka bisul gatal-gatal demam sakit perut dan bengkak. Untuk dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan dasar obat tradisional dilakukan penelitian dengan uji fitokimia uji antioksidan dengan metode penangkapan radikal DPPH dan uji toksisitas dengan metode BSLT. Digunakan etanol-air untuk melarutkan senyawa non polar dan polar dalam daun jarak merah. Didapatkan rendemen tertinggi yaitu dari hasil ekstraksi dengan perbandingan pelarut etanol-air (0 1) sebesar 31 2%. Dari hasil pengujian fitokimia secara kualitatif pada kelima ekstrak didapatkan hasil positif senyawa tanin flavonoid dan fenolik. Senyawa alkaloid terdeteksi pada pelarut etanol-air (1 2) (2 1) dan (1 1). Senyawa saponin didapatkan dari ke empat sampel kecuali pelarut etanol-air (1 0). Senyawa steroid hanya diperoleh pada pelarut etanol-air (1 0). Sedangkan untuk senyawa terpenoid dari kelima sampel hasilnya negatif. Kandungan fenolik tertinggi dari ekstrak etanol-air (2 1) yaitu 175 714 mg GAE/g. Kandungan flavonoid tertinggi dari ekstrak etanol-air (2 1) sebanyak 11 982 mg QE/g. Kandungan tanin tertinggi dari ekstrak etanol-air (0 1) yaitu 1 339 mg TAE/g. Jarak merah memiliki aktivitas antioksidan yang kuat pada ekstrak etanol-air (1 0) dengan IC50 17 97 ppm dan toksisitas dengan kategori sangat toksik pada ekstrak etanol-air (1 2) dengan LC50 22 45 ppm