Skripsi
Uji fitokimia, aktivitas antioksidan, dan toksisitas ekstrak daun kitolod (Isotoma Longiflora) dengan variasi pelarut etanol-air / Reisya Alvira Harmantya
Abstrak
Kitolod (Isotoma longiflora) merupakan tanaman obat yang memiliki kandungan zat bioaktif seperti senyawa fenolik flavonoid alkaloid streroid saponin serta tanin. Adanya kandungan senyawa tersebut menandakan adanya aktivitas antioksidan dari tanaman tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan serta toksisitasnya terhadap larva Artemia salina L. Pengujian aktivitas antioksidan serta toksisitasnya perlu diawali dengan proses ekstraksi. Pada umumnya obat tradisional disajikan dalam sajian jamu dengan proses pembuatan dengan merebus tanaman obat dengan air. Air yang merupakan senyawa polar akan mengekstrak senyawa polar yang ada dalam tanaman obat sedangkan senyawa non polar yang tidak terekstrak memungkinkan memiliki aktivitas antioksidan. Etanol dapat mengekstrak senyawa non polar selain senyawa polar. Oleh karena itu digunakan pelarut etanol-air pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu 1) Ekstraksi daun kitolod menggunakan metode maserasi dengan variasi perbandingan pelarut etanol-air dengan rasio 1 0 0 1 1 2 2 1 dan 1 1 2) Uji Fitokimia ekstrak daun kitolod secara kualitatif dan kuantitatif 3) Uji antioksidan menggunakan metode peredaman DPPH (1-1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dan 4) Uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shirmp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kitolod mengandung senyawa fenolik flavonoid alkaloid tanin steroid dan saponin. Kandungan total fenolik tertinggi adalah 23 737 mg GAE/g pada ekstrak dalam etanol-air (1 1). Kandungan total flavonoid tertinggi ada pada ekstrak etanol-air (1 0) dengan nilai 10 605 mg QE/g. Sedangkan kandungan total tanin terbanyak pada ekstrak etanol-air (1 2) dengan nilai 10 164 mg TAE/g. Ekstrak etanol-air (1 0) memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dengan nilai IC50 124 993 ppm. Nilai LC50 pada ekstrak etanol-air (0 1) (1 2) (1 1) (2 1) dan (1 0) secara berurutan adalah 325 627 ppm 542 487 ppm 367 478 ppm 484 484 ppm dan 366 920 ppm. Sehingga ekstrak daun kitolod memiliki sifat toksik.